MEDANHEADLINES.COM, Jakarta – Konflik di Natuna menuai respons Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid. Menurut beliau, sikap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadapi pelanggaran di Zona Ekonomi Eksklusif sudah sangat tepat.
Menurutnya, sikap Prabowo yang tenang dan damai terhadap pelanggaran di Zona Ekonomi Eksklusif, menunjukkan bahwa Prabowo ahli strategi dan komandan sejati.
“Saya mendukung sikap yang dilakukan oleh Prabowo. Pemimpin yag benar harus seperti itu, tidak bisa gegabah dan emosional dalam menghadapi sebuah masalah. Tapi bukan berarti lemah, kita gunakan filosofi ular derik, kepala tenang tapi siap siaga. Kita juga nyusun strategi kekuatan dan siap menyerang kalau memang harus menyerang,”ujarnya saat berbincang dengan Medanheadlines.com
Disampaikan Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII) ini, negara Tiongkok, adalah negara terbesar ke 3 yang memiliki kekuatan militer dan investasi ekonominya cukup besar di Indonesia. Maka dari itu, menurutnya, Prabowo menghitung hal ini, jangan sampai berdampak terhadap ekonomi di Indonesia.
“Bukan kita takut, tapi kasian rakyat nantinya kalau kita salah langkah dalam bertindak. Tiongkok sedang mengukur dan menguji Menhan dalam bersikap dan bertindak, dan kita tidak boleh gegabah. Sebab, sudah ada hukum internasional yang menangani pelanggaran ZEE yang dilakukan oleh suatu negara,”ungkapnya.
Kecuali, lanjut mantan Anggota Tim Mawar tersebut, Tiongkok mengambil atau menguasai wilayah Indonesia. Jika seperti itu, maka harus dilawan dengan kekuatan militer.
“Saya pikir sudah benar sikap yanh dilakukan Prabowo. Damai, tenang, tapi tetap siap siaga dalam bertempur. Kita jangan terpancing, karena itu harapan Tiongkok, agar kita melanggar hukum internasional, makanya Tiongkok hanya mengirim kapal Coast Guard, bukan kapal perang,”jelasnya.
Menurutnya, militer Indonesia saat ini harus tetap siaga, dan menuaga wilayah teretori. Sudah pas, lanjut Fauka, kapal-kapal perang Indonesia bertahan di ZEE. Hal itu menunjukkan kita tidak lemah dan siap menghadapi resiko terburuk.
“Asal Tiongkok tidak mengambil wilayah kita, jadi sudah pas tenang dan siaga. Kecuali mereka mengambil wilayah kita, nyawa pun siap untuk mempertahankan NKRI,”pungkasnya. (raj)












