Kadis Bappeda Tapteng, Basyri Nasution
MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Polemik yang terjadi antara Gubsu dengan Bupati Tapteng nampaknya menjadi perhatian bagi masyarakat di Tapanuli Tengah.
Perbedaan pandangan dari dua kepala daerah yang viral di beberapa media Nasional maupun Daerah menjadi perbincangan hangat.
Diketahui, dari pemberitaan yang diterima, tidak sedikit masyarakat Tapteng merasa tidak nyaman. Masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda ini pun angkat bicara. Mereka pun dengan lantang menolak ataupun mengecam keras terkait pernyataan Gubsu tersebut.
Penolakan itupun disampaikan melalui pemberitaan, membentangkan spanduk, dan juga melalui video.
Lahirnya konflik diantara dua kepala daerah ini diketahui berawal dari pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
Gubsu Edy ini disebut-sebut sempat menyinggung tentang kepemimpinan Bakhtiar. Ia menyebut bahwa Baktiar Ahmad Sibarani sebagai Bupati tidak layak menjadi pemimpin di Tapanuli Tengah.
Tidak itu saja, Gubsu Edy juga menyinggung tentang masalah kemiskinan yang dialami masyarakat Tapteng.
Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Darwin resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapteng pada tanggal 22 Mei 2017 oleh Gubsu Ery di Aula Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, banyak program yang telah dipersiapkan oleh pasangan yang dikenal dengan sebutan BADAR itu.
Sebagai putra daerah yang dipercaya untuk menjalankan amanah rakyat, Bakhtiar dan Darwin hanya memiliki satu tujuan menjadi Bupati Tapteng. Yakni hanya ingin bekerja untuk mensejahterakan masyarakat.
Salah satu bukti kerja nyata yang telah dilakukan oleh pasangan BADAR itu dimulai dari meningkatkan pembangunan di Tapteng. Hasilnya, tidak sedikit masyarakat Tapteng sudah menikmati pembangunan yang dilakukan itu.
Beberapa pembangunan yang telah terlaksana itu yakni, pengaspalan jalan, pembangunan kantor pemerintahan dan pembangunan fasilitas pendukung kesehatan.
Beranjak dari pembangunan yang telah dilakukan, Bakhtiar dan Darwin juga saat ini berfokus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Tapteng yang tidak mampu.
Tidak itu saja, mereka juga dikabarkan telah melakukan bedah rumah untuk masyarakat dengan kondisi rumahnya yang tidak layak huni.
Kepala Bappeda Tapteng, Basyri Nasution mengatakan, dibawah kepemimpinan Bakhtiar, kondisi pembangunan dan masyarakat di Tapteng sudah mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.
Basyri menyebut, selama dua tahun kepemimpinan Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Darwin Sitompul, sudah banyak pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Tapteng.
“Dari tahun ke tahun pembangunan di masa pemerintahan Bakhtiar mengalami peningkatan,” kata Basyri saat ditemui, Jumat (20/12).
Dikatakan Basyri, meski belum berjalan sesuai dengan yang ditargetkan, dua tahun kinerja Bakhtiar dan Darwin sudah dapat dirasakan masyarakat. Salah satunya terletak pada pembangunan infrastruktur jalan.
“Dibawah kepemimpinan Bakhtiar dan Darwin, jalan yang sudah diperbaiki itu sepanjang 240,9 KM dengan menelan biaya mencapai Rp 513 Miliyar lebih. Pembangunan jalan itu tersebar di 20 Kecamatan yang ada di Tapteng,” katanya.
Dikatakan Basyri, tidak hanya infrastruktur jalan saja yang mendapat sentuhan dari Pemkab Tapteng. Menurutnya, pembangunan jembatan dan beberapa kantor pemerintahan juga tidak luput dari perhatian Pemkab Tapteng.
Dari data yang diperoleh, mulai tahun 2017-2019 Pemkab Tapteng telah berhasil melakukan rehabilitasi jembatan sebanyak 23 unit.
Perbaikan itu, kata Basyri dilakukan di 20 Kecamatan di Tapanuli Tengah dengan kondisi jembatan mengalami rusak parah.
“Sejak ditinggal oleh pemimpin terdahulu, jembatan Batu Leap yang di Kecamatan Kolang itu selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari Pemkab Tapteng, dan setelah di masa pak Bakhtiar, jembatan itu sudah diperbaiki. Sudah nyaman untuk dilalui oleh pengendara mobil dan sepeda motor,” jelasnya.
Basyri juga menambahkan, beberapa kantor juga sudah ditangani secara perlahan. Tercatat, ada total sebanyak 58 kantor pemerintahan yang telah dibangun. Kantor pemerintahan itu yakni, kantor Lurah dan kantor Kepala Desa.
“Tahun 2017-2019 kantor kepala desa sebanyak 35 unit yang telah dibangun. Kantor kelurahan 23 unit. Pembangunan itu terjadi di masa kepemimpinan Bakhtiar Ahmad Sibarani,” ungkapnya.
Basyri juga mengungkapkan, tidak hanya infrastruktur jalan yang menjadi perhatian Pemkab Tapteng. Menurutnya, saat ini fasilitas kesehatan juga mendapat sentuhan di era kepemimpinan pasangan BADAR.
” Saat ini Pemkab Tapteng sudah membangun 37 unit Puskesmas Pembantu dan 7 rumah Dinas Dokter,” jelasnya
Pembanguanan itu juga telah dilakukan selama dua tahun kepemimpinan Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Darwin Sitompul.
“Dan tahun ini (2019) ada 3 unit Pustu yang baru dibangun. Tiga pustu baru itu berada di Kecamatan Kolang, Andam Dewi dan Manduamas,” katanya.
Tidak hanya masalah pembangunan yang dibeberkan oleh kepala Bappeda itu. Ia juga membuka data kemiskinan di Tapanuli Tengah yang mengalami penurunan.
Basyri menyebut, sejauh ini jumlah kemiskinan di Tapanuli Tengah mengalami penurunan dengan baik. Jumlah penurunan kemiskinan itu terjadi di masa kepemimpinan Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Menurut data yang kami peroleh, dari tahun ke tahun, jumlah kemiskinan di Tapteng semakin menurun,” katanya.
Agar Tidak dianggap hanya pengakuan saja, Kepala Bappeda itu juga membuka data yang diterima pihaknya dari BPS Tapteng.
Dari data itu, jumlah kemiskinan di Tapteng Tahun 2017 tercatat sebesar 53ribu jiwa atau berkisar 14,66 persen.
Sementara untuk tahun 2018, jumlah kemiskinan di Tapteng mencapai 48ribu jiwa atau bekisar 13,17 persen sedangkan tahun 2019 juga mengalami penurunan yakni 47ribu atau berkisar 12,53 persen
“Dari data itu, jumlah kemiskinan tahun 2017 ke 2018 di Tapteng sudah menurun mencapai 1.49 persen. Hal yang luar biasa untuk dua tahun Bakhtiar menjabat sebagai Bupati Tapteng,” katanya.
Masalah prestasi, Pemkab Tapteng juga tak mau ketinggalan. Dimasa kepemimpinan Bakhtiar, Pemkab Tapteng juga berhasil mendapat lima penghargaan dari Gubsu dan juga Menteri Indonesia.
Penghargaan yang diraih Pemkab Tapteng itu diserahkan melalui Dinas BPKPAD dan Bappeda Tapteng atas kinerja DAK terbaik yang meraih juara 1 tahun 2019.
Penghargaan selanjutnya diraih oleh Dinas Kominfo Tapteng untuk sembilan Kabupaten dan Kota badan publik informatif se sumut Tahun 2019 yang diserahkan oleh komisi informasi provinvisi Sumut.
Kemudian, dari 17 Kabupaten dan Kota dengan se-Sumut, BPBD Tapteng juga meraih penghargaan dengan kategori Desa siapsiaga bencana se-Sumut Tahun 2019 yang diserahkan oleh BPBD Provinsi Sumut.
“Tahun 2019, Pemkab Tapteng juga meraih penghargaan dari Kemenkumham dengan kategori peduli HAM, dan juga penghargaan dari Dinas Pariwisata Sumut dengan kategori Pulau terfavorit yang tersembunyi di Tapteng,” katanya.
Basyri menambahkan, di Tahun 2018 Pemkab Tapteng juga menerima penghargaan dari BKN regional VI Medan sebagai pelaksana CAT BKN yang terbaik di Sumatera Utara.
“Dalam penyerahan piagam itu, Bupati Tapteng ditetapkan sebagai salah satu tokoh penerima tingkat nasional best of the best award Citra Satyalancana Bhakti Bela NKRI dari Yayasan Pengabdi dan Mitra Perjuangan Reformasi Kemenhan RI di Jakarta,” tambahnya.
Selain pembangunan yang telah dilakukan dan beberapa piagam penghargaan yang telah diterima, di masa kepemimpinan Bakhtiar sebagai Bupati Tapteng juga tak henti-hentinya menyalurkan bantuan bagi masyarakat.
Menambahi hal itu, Ketua Baznas Tapteng, Syafari Hasibuan mengaku, dana zakat yang mereka terima saat ini mengalami peningkatan. Menurutnya, naiknya jumlah dana zakat itu terjadi di masa kepemimpinan Bakhtiar.
Dari data yang diperoleh, di tahun 2017 dana zakat yang diperoleh Baznas Tapteng hanya mencapai ratusan juta saja. Itu dialami sebelum dimasa pemerintahan Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Sejak Bakhtiar jadi Bupati, jumlah dana zakat di Baznas mengalami peningkatan yang cukup jauh. Di tahun 2018 jumlah dana zakat yang terkumpul itu sebesar Rp 1,9 Miliyar lebih. Tahun 2019 jumlah dana bantuan Zakat meningkat mencapai Rp 2Miliyar lebih,” ungkapnya.
Dikatakannya, naiknya jumlah dana zakat itu diperoleh dari gaji ASN. Kata dia, masing-masing ASN di Tapteng menyisihkan gajinya dengan sukarela hingga 2 persen setiap bulannya.
Untuk penyalurannya, kata Syahfari bantuan Zakat itu disalurkan setiap tahun oleh Pemkab Tapteng, tepatnya disaat bulan puasa. Dan bantuan zakat ini menyasar kaum Muslim yang tidak mampu.
Dia mengungkapkan, di tahun 2018 sebanyak 2.103 masyarakat yang menerima bantuan Zakat. Masyarakat yang menerima bantuan Zakat itu mendapat uang sebesar Rp500ribu per orangnya.
“Untuk tahun 2019, uang yang diberikan naik menjadi Rp600 ribu per orangnya dengan jumlah mencapai sebanyak 3.105 orang,” ungkapnya.
Masih Syahfari, dari jumlah dana zakat itu, penerima bantuan zakat ini dibagi menjadi beberapa bagian. Mereka diantaranya, Fakir Miskin, Muallaf, Guru Mengaji dan Bilal Mayit. Termasuk untuk bantuan untuk pembangunan Masjid.
Sebelum Bakhtiar jadi Bupati, masih Syahfari penerima bantuan zakat itu hanya disalurkan untuk fakir miskin, anak yatim saja.
“Di era Bakhtiar, ada tiga kategori yang bertambah menerima bantuan zakat, yakni Muallaf, Bilal Mayit, dan Guru mengaji,” ungkapnya.
Syahfari mengaku, untuk tahun 2019 kaum Muallaf mendapat bantuan sebesar Rp2 juta per orangnya. Totalnya sebanyak 22 orang mendapat bantuan itu.
Sementara, masih Syahfari bantuan untuk guru mengaji, Baznas Tapteng menyerahkan sebesar Rp500 ribu per orangnya kepada 194 orang. Dan untuk bantuan kepada Bilal Mayit sebesar Rp300ribu per orangnya untuk 500 orang.
“Tahun 2017, bantuan yang disalurkan untuk yatim piatu diserahkan ke 84 Masjid di Tapteng. Dan untuk tahun 2019 bantuan Baznas itu diserahkan ke 85 Masjid di Tapteng. Total bantuan itu diserahkan sebanyak Rp 1,5 juta tiap Masjid,” katanya.
Tidak hanya masyarakat yang beragama Muslim yang mendapat bantuan dari Pemkab Tapteng. Di era Bakhtiar, bantuan berupa tali kasih juga telah disalurkan bagi masyarakat beragama Nasrani.
Diketahui, bantuan itu juga sudah bergulir selama dua tahun di era pemerintahan Bakhtiar dan Darwin. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 8000 KK mendapat bantuan dari Pemkab Tapteng itu.
“Bantuan itu berupa beras, sirup dan uang sebesar Rp200 ribu per orangnya,” kata Humas Tapteng, Darwin Pasaribu.
Darwin mengungkapkan, bantuan tali kasih yang disalurkan itu mencapai Rp1,6 Miliyar. Sementara untuk, Pemkab Tapteng telah menyediakan sebanyak 40 Ton.
“Dana bantuan itu diperoleh dari CSR perusahaan yang ada di Tapteng yang ditanggungjawabi oleh Dinas Perizinan Tapteng,” ungkapnya.
Tidak itu saja, kata Darwin saat ini Pemkab Tapteng juga telah melakukan bedah rumah bagi masyarakat dengan kondisi rumah tidak layak huni.
Diketahui, ada sebanyak 40 unit rumah yang telah selesai dibedah oleh Pemkab Tapteng. Untuk dananya, kata Darwin pembangunan untuk 10 unit rumah bersumber dari APBD dan DAK.
“Untuk Tahun 2020 ada sebanyak 84 unit rumah yang akan dibedah,” katanya.
Darwin juga mengungkapkan, saat ini Pemkab Tapteng juga fokus dalam memberantas Narkoba dan berbagai usaha tempat maksiat di Tapanuli Tengah.
Untuk Tahun 2020, kata Darwin Pemkab Tapteng juga akan membuat Perdes tentang larangan bagi orang yang ketahuan menggunakan Narkoba.
“Jika ada yang ketahuan memakai Narkoba, maka pelakunya akan diusir, tidak boleh tinggal di Tapteng selama 15 Tahun,” katanya.
Dikatakan Darwin, sejak Tahun 2018, Tapanuli Tengah sudah bersih dari tempat maksiat. Tercatat, sebanyak 973 tempat usaha yang terindikasi tempat maksiat telah ditutup oleh Satpol PP Tapteng.
“Dengan ditutupnya tempat maksiat itu, sebanyak Rp937 juta uang masyarakat sudah terselamatkan, karena jika ditaksir, uang masyarakat tersedot sebanyak Rp1 juta per malamnya,” kata Darwin.(hen)












