Dongkrak Wisatawan Ke Danau Toba, BPODT Akan Tingkatkan Kegiatan Sport Tourism

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Salah satu strategi ampuh yang dapat dilakukan untuk mendongkrak angka kunjungan wisata ke Danau Toba saat ini adalah, Sport Tourism, Hal ini ditunjang dengan Danau Toba yang memiliki keindahan alam yang sangat cocok untuk menggelar even berkelas dunia.

Sejumlah even internasional dan nasional sudah pernah dilakukan.  Antusias khususnya wisatawan asing begitu tinggi dengan sejumlah even Sport Tourism yang digelar di Danau Toba. Sebut saja Gran Fondo New York (GFNY) Samosir yang berhasi menyedot ribuan pengunjung.

Sport Tourism dilirik oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT). Mereka tengah menyusun strategi bagaimana menggelar sejumlah even Sport Tourism untuk menggeber angka kunjungan.

“Jadi paling mudah untuk menarik wisatawan. Karena pesertanya sudah pasti memang internasional,” ungkap Direktur Utama BOPDT Arie Prasetyo, Minggu (15/12).

Direktur Utama BOPDT Arie Prasetyo mengatakan, perkembangan sport tourism di Danau Toba sudah cukup baik. Seperti yang dilihatnya saat kompetisi Kayak di sungai Asahan pada pre-even Festival Danau Toba pekan lalu. Konsep sport tourism bakal dikembangkan tahun depan.

“Itu juga diikuti oleh 80 peserta dari 20 negara. Jadi memang konsepnya budaya tapi kita kombinasikan juga dengan sport,” ungkap Arie.
Para pesertanya juga tidak terlalu mempersalahkan soal amenitas di Sungai Asahan. Mereka sudah merasa nyaman tinggal di home stay milik penduduk, selama kompetisi berlangsung. Selama tiga hari, mereka disambut dengan baik oleh masyarakat.

“Mereka langsung minta, tahun depan kita harus bikin lagi kompetisi Kayak di Sungai Asaha,” ujarnya.

Kata Arie, BOPDT tengah menganalisis sejumlah even sport tourism  di Danau Toba. Beberapa even sudah masuk dalam catatan mereka.
Salah satunya adalah even Asia Pasific Rally Champhionship (APRC). Mereka akan mendukung dan mensosialisasikannya jauh hari sebelum pelaksanaan.

“Saya pikir ini sangat bagus, tidak perlu bikin track ya. Kita memanfaatkan apa yang sudah ada. Dan kemarin saya juga baru liat bisa mengikuti sampai penutupan. Sangat bagus,” ungkapnya.

Gran Fondo New York (GFNY) menuai sukses saat dihelat di jalur lingkar Samosir September 2018 lalu. Rencananya, even ini akan kembali digelar tahun depan. BOPDT sedang melakukan pendekatan ke penyelenggara kompetisi road bike itu.

“Kita lagi coba untuk menjajaki GFNY. Ini even sepeda yang sangat bagus,” ungkap Arie.

Tahun lalu, even ini sukses menyedot cukup banyak atlet. Terhitung, sekitar 800 atlet menjajal pulau Samosir. Respon para atlet juga sangat baik. Bahkan ada  yang menyebut, jika Samosir adalah trek terbaik dengan pemandangan yang ciamik.

Hingga saat ini pemerintah tengah menggeber pengerjaan sejumlah infrastruktur pendukung di Danau Toba. Infrastruktur yang ditarget rampung di antaranya adalah, jalan tol Tebingtinggi-Pematang Siantar, peningkatan kualitas jalur kereta api Medan – Pematang Siantar, Bandara Silangit (Tapanuli Utara) dan sejumlah pelabuhan.

“Kita juga bicara juga mengenai penyelesaian pelabuhan-pelabuhan di Danau Toba. Totalnya ada sembilan. Termasuk yang baru di kawasan Tongging. Jadi Tongging ini juga baru diputuskan akan diselesaikan di akhir tahun 2020,” ungkapnya.

Bagi Arie, pembangunan infrastruktur ini akan mendukung pelaksanaan berbagai even di Danau Toba. Dia juga mengatakan, even yang digelar tidak melulu hanya digelar pemerintah saja. Komunitas juga bisa membuat even berkelas. Pihaknya mengatakan siap mendukung jika even yang digagas bisa menyedot angka kunjungan.

“Kalau saya perhatikan even itu memang memang dipegang oleh satu komunitas bukan pemerintah. Jadi pemerintah ini sifatnya hanya mendukung saja,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *