Tidak Ada Racun di Lambung,  Kapolda : Hakim PN Medan Memang Korban Pembunuhan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto kembali angkat bicara terkait dugaan pembunuhan hakim sekaligus Humas di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (50)

dikatakannya, dari hasil penyelidikan, kemungkinan besar Jamaluddin memang merupakan korban pembunuhan.

“Iya, (murni memang dibunuh). Jumlah saksi yang diperiksa bertambah menjadi 22 orang,” kata Agus saat diwawancarai wartawan usai menggelar pertemuan dengan Komisi III DPR RI di ruangan Tribrata Polda Sumut, Rabu (4/12) sore.

Agus menjelaskan,  Berdasarkan hasil laboratorium forensik (Labfor), Jamaluddin diperkirakan meninggal dunia 12 sampai dengan 20 jam dari saat ditemukan.

“Dari hasil Labfor, karena sudah meninggal, mayat kaku, setelah itu mulai lemas kembali dan mengarah kepada pembusukan. Artinya, korban meninggal antara 12 sampai 20 jam. Makanya, nanti akan kita runut tapi pelan-pelan,” ucap Agus.

Saat ditanyai tentang cairan lambung korban yang ikut diperiksa, Agus menjelaskan hal itu dilakukan agar mengetahui ada racun atau tidak di tubuhnya. Selain itu, apakah ada bahan-bahan yang membahayakan lainnya.

“Hasilnya, di dalam lambung korban hanya ada kandungan caffein dan obat batuk. Dengan begitu dia meninggal dunia dalam kondisi normal, tidak diracun ataupun mabuk,” jelas lulusan Akpol 1989 ini.

Dijelaskan Agus, Untuk mengungkap kasus ini, tim dari Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan tidak bisa buru-buru menangkap orang yang diduga melakukan tindak pidana. Karena itu, perlu pendalaman lebih lanjut.

“Kita tidak boleh gegabah menduga orang sebagai pelaku. Jadi, harus dalami semua alibi dan periksa semua alat bukti yang ada. Mohon doa restunya,” Pungkasnya.( Afd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *