Pemilihan Wali Kota Medan, KPU Targetkan Partisipasi Pemilih Capai Angka 80 %

Ketua KPU Medan Agussyah Ramadani Damanik

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menargetkan Adanya peningkatan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Wali Kota Medan tahun 2020 mendatang

Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik mengatakan pihaknya menargetkan angka 80 % partisipasi pemilih di Kota Medan. Taget itu dinilai rasional melihat kesadaran politik masyarakat yang sudah meningkat.

Dijelaskannya, Jika membandingkan dengan beberapa pemilihan terakhir, keinginan untuk menggunakan suara terus mengalami peningkatan yang signifikan

“Pada tahun 2014 hanya 25 persen partisipasi pemilih, di tahun 2018 sebanyak 78 persen. Dari klaim partisipasi mengalami kenaikan. Kami berharap Pilkada mendatang 80 persen. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi. Dengan harapan partisipasi masyarakat semaksimal mungkin,” ujarnya, di Kantor KPU Medan, Senin (2/12/2019).

Agus Juga mengatakan, KPU Medan tidak hanya menargetkan peningkatan secara kuantitas tapi juga kualitas demokrasi.

“Kualitas demokrasi bagaimana pemilih itu cerdas, menggunakan pilihnya bukan karena sesuatu atau pengaruh dan lain-lain. Tapi kesadaran penuh bahwa sosok yang dipilih diketahui track recordnya,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan kepercayaan publik dalam penyelenggaran Pemilu, kata Agus salah satu upaya adalah dengan membangun kemitraan dengan media. “Kita tunjukkan kepada masyarakat, bahwa KPU melaksanakan semua tahapan dan kegiatan secara transparan.

Sehingga masyarakat percaya dan nantinya bebas diberitakan. Karena media memiliki kode etik untuk itu,” katanya.

Media, kata Agus menjadi salah satu stakeholder yang penting terkait jalannya Pilkada Medan 2020. Terlebih untuk menghempang isu hoaks yang berkembang di media massa, termasuk sempat menghantam KPU saat Pilpres 2019. “Media massa ini menjadi mitra penting untuk mengedukasi masyarakat dan juga menghempang berbagai informasi bohong atau hoax yang sangat merugikan kita semua,” ujarnya.

Selain itu, KPU juga akan melakukan peningkatan dan penegakan integritas dari penyelenggara. Dalam waktu dekat KPU akan melakukan rekrutmen penyelenggara ad hoc. “Dari proses seleksi itu akan kita lakukan lebih selektif lagi agar merekrut pekerja yang profesional dan memiliki integritas yang baik. Selain itu ada juga rumah pintar pemilu,” katanya.

“Dan klarifikasi melalui media massa inilah yang kami harapkan dapat menghempang hoax itu,” Ujarnya

Selain itu pihak KPU juga akan melakukan penataan pelaksanaan dengan baik. Termasuk data pemilih akan dilakukan dengan baik. Selain itu akan dilakukan evaluasi dari kerja di waktu lalu.

“Mana yang baik dari Pemilu sebelumnya akan kita tingkatkan mana yang kurang baik akan kita perbaiki. Karena dari tren partisipasi pemilih terus naik. Tetapi juga kita ingin kualitas pemilih yang lebih baik juga,” jelasnya.

Sementara itu Anggota KPU Medan Rinaldi Khair mengatakan dalam menjadi mitra, kalangan media massa mereka harapkan tetap independen dalam menyampaikan pemberitaan seputar tahapan Pilkada. Artinya menurut Rinaldi, media massa harus tetap berjalan pada koridor yang sesuai dengan fungsi pers.

“Kepercayaan publik kepada KPU selaku penyelenggara maupun kepada para calon kuncinya adalah transparansi dari media itu sendiri,” ungkapnya

Sedangkan, dalam pembentukan media center KPU hari ini, Amru Lubis terpilih menjadi koordinator dan didampingi Jonris Purba selaku sekretaris Pokja. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *