IKAHI Minta Perlidungan Hakim Dapat Diterapkan

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Cabang Pengadilan Negeri Medan angkat bicara terkait adanya dugaan pembunuhan terhadap Jamaluddin, Hakim Pengadilan Negeri Medan

Selain menyampaikan duka citanya, Mereka juga berharap ada perlindungan terhadap hakim baik selama di dalam ataupun di luar persidangan.

” Soal perlindungan hakim sudah diatur dalam undang-undang. Namun penerapannya belum dianggap maksimal,,” kata Ketua IKAHI Cabang PN Medan Abdul Aziz, Senin (2/12).

Dikatakannya, IKAHI juga terus berupaya agar pelaksanaan undang-undang itu bisa maksimal. Misalnya, kata Abdul Aziz, ada perlindungan aparat terhadap hakim. Baik diluar kedinasan ataupun di dalam kedinasan.

“Kalau perlindungan kita, kita mendapat tunjangan kerja, rumah dinas, diharapkan juga tunjangan transportasi. Di UU juga ada terkait pengamanan. Tapi memang secara khusus belum ada,” katanya.

Soal keamanan hakim itu memang sedang dibahas di IKAHI pusat. Selama ini pengamanan hanya dilakukan sebatas di lingkungan Pengadilan Negeri Medan.

“Kalau di Pengadilan Negeri, kita ini kan hanya sebatas pengamanan Kamdal, oleh Satpam 15 orang. Itu bukan hanya untuk hakim. Jadi pengamanan kantor, seluruh ruang sidang. Jadi kita secara khusus kepada hakim tidak ada pengamanan. Itu yang belum ada,” imbuh Ketua PN Medan Sutio Jumadi Akhirno.

Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk memasukkan anggaran keamanan untuk hakim.

“Kalau pun ada itu, Pasti dari IKAHI pusat ada mengusulkan itu. Cuma kalau dari kelembagaan, MA yang akan meminta Menkeu untuk menambah anggaran. Kita di daerah ini hanya menerima apakah dikabulkan atau tidak. Alhamdulillah kalau dikabulkan,” ungkapnya.
Sutio juga bercerita soal pengamanan terhadap dirinya. Selama ini, Sutio hanya dibantu oleh satu ajudan saja.

“Saya sendiri, Ketua PN Medan ini hanya dikawal oleh seorang ajudan yang notabene adalah honorer. Itulah kemana saya, tapi kalau sudah di luar jam dinas tidak lagi. Sabtu minggu tidak ada. Saya datang kemari dari rumah, ajudan itu tidak ikut. Padahal itu diatur dalam undang-undang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jenazah Jamaluddin ditemukan di dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD miliknya yang terperosok di perkebunan sawit kawasan Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11).

Posisi jenazah Jamaluddin ditemukan di kursi barisan kedua. Mengenakan pakaian olahraga hijau bertulis Pengadilan Negeri Medan. Barang-barang berharga Jamaluddin tidak ada yang hilang. Mulai dari kalung, cincin, hingga jam masih menempel di badan korban.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *