Bom Bunuh Diri di Medan, Kapolda Sumut: Tak Ada Agama yang Mengajarkan Begitu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan bahwa pelaku teror memang ada. Bahkan mereka berada di tengah-tengah masyarakat. Namun sangat disayangkan penangkapan terhadap terduga pelaku teror yang dilakukan polisi belakangan ini selalu disebut pengalihan isu.

Agus mencontohkan, sebelum pelantikan presiden hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kepolisian ada menangkap tiga terduga pelaku teror. Tapi, yang muncul penangkapan itu disebut sebagai pengalihan isu dan sebagainya.

“Ternyata ada kejadian-kan ? Bahkan beberapa tersangka sudah ditangkap di wilayah kita dan akan berkembang pada tersangka lainnya berdasarkan penyelidikan yang dilakukan,” kata Agus kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Medan Baru usai menjenguk para korban bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Jumat (15/11) malam.

Jendral bintang dua ini berharap agar media membantu polisi menyampaikan informasiĀ  ke masyarakat bahwa tidak ada untungnya polisi mengalihkan isu. Isu apa yang mauĀ  dialihkan? Mereka benar-benar ada di tengah-tengah masyarakat.

“Mereka (pelaku teror) telah kehilangan rasa kemanusiaan-nya. Karena hak asasi, hak hidup yang sebagai hak dasar manusia mereka ambil. Mereka tidak melihat korbannya siapa, bisa saja masyarakat dan aparat menjadi korban,” ucap perwira tinggi lulusan Akpol 1989 itu.

Pria kelahiran 52 tahun silam ini menjelaskan, bahwa pelaku teror adalah musuh bersama. Untuk itu dia mengajak seluruh lapisan masyarkat merapatkan barisan. Mereka (pelaku teror) kerap berpindah kontrakan, mengisolasi diri, tidak bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.

Itu adalah sebagian dari ciri-cirinya, sehingga mereka bisa ada di mana-mana. Agus berpesan, jika masyarakat melihat tetangga atau di lingkungannya ada orang yang ciri-cirinya mencurigakan untuk segera laporkan ke aparat setempat. Bisa ke Babinkantibmas, Babinsa, lurah dan kepala desa. Ini adalah tanggung jawab bersama.

“Mari rapatkan barisan dan kita perangi bersama. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan seperti itu,” ungkap pria kelahiran Blora, Jawa Tengah ini.

Saat ditanya soal perkembangan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11) lalu, mantan Wakapolda Sumut itu enggan membeberkan secara rinci lantaran Tim Densus 88, Polda Sumut dan jajaran masih bekerja di lapangan.

“Artinya, dari kejadian kemarin kita akan tindaklanjuti sampai tuntas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

“Ada sekitar 14 orang yang sudah dilakukan pengamanan dan sembilan orang berpotensi tersangka. Ini juga bisa berkembang sesuai penyelidikan yang dilakukan,” tambah mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini.

Terkait jenazah terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, RMN alias Dedek (24) sudah bisa diambil pihak keluarga atau belum ? Agus menjelaskan, hal itu menunggu hasil penyelidikan dari Densus 88. Sebab mereka masih mendalami kasus tersebut.

“Kalau sudah cukup akan dikembalikan sesuai dengan mekanisme pengembalian jenazah pelaku teror selama ini,” katanya.

Sejauh ini, sambung Agus, pemeriksaan terhadap keluarga terduga pelaku juga masih proses pendalaman Densus 88 bersama tim. Batas waktunya bisa saja dilakukan sampai satu tahun untuk mereka.

Tim yang akan menentukan terhadap orang-orang yang sudah dilakukan penangkapan dalam kaitan bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Untuk para korban ledakan, kata Agus, pimpinan dalam hal ini Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis dan Polda Sumatera Utara sangat memberikan perhatian. Mereka (korban) mendapat perawatan kelas VIP dan 24 jam dalam pengawasan dokter Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan.

Sejauh ini, sebut Agus, kondisi para korban berangsur pulih, bahkan ada satu personel dari Provost yang sudah kepengen kembali bekerja.

“Begitu juga dari masyarakat kondisinya semakin membaik. Kita lagi usulkan kepada pimpinan agar korban (yang personel) untuk mendapatkan reward. Kita sedang usulkan kenaikan pangkat untuk mereka,” jelas perwira tinggi yang berpengalaman di bidang reserse ini. (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *