Gelar Konfrensi Pers, Kodam I/BB Jelaskan Kronologis Kematian Serda Iman

 

MEDANHEADLINES.COM – Kodam I/Bukit Barisan menggelar konferensi pers terkait kematian Serda Iman di gedung media center Kodam I/Bukit Barisan, Selasa (12/11)

Kapendam Bukit Barisan, Kolonel Infantri Zeni Djunaidi mengatakan, peristiwa yang menimpa Serda Iman Berkat Gea berawal dari tempat latihan bela diri di markas komando kompi B dan C di Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Simatera Utara, Senin (4/11). Saat latihan itulah kejadian nahas menimpa Serda Iman Berkat Gea.

Kolonel Infantri Zeni Djunaidi menerangkan, Serda Iman datang untuk mengikuti latihan sekira pukul 16.00 WIB. Selanjutnya ia mengikuti proses latihan, satu jam kemudian, Serda Iman dan lawan tandingnya Pratu Eko memasuki sesi latihan sparing partner.

“Sewaktu sparing partner dada kiri yang bersangkutan terkena tendangan dan terjatuh. Dia sempat bangun, tapi jatuh lagi dan dia pingsan,” kata Zeni.

Usai kejadian itu, lanjut Zeni, sekira pukul 17.15 WIB Serda Iman langsung dievakuasi ke klinik kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat menjalani perawatan Serda Iman menghembuskan nafas terakhirnya.

“Setelah mendapatkan penanganan medis jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia,” ujar Zeni.

Masih dikatakan Zeni, setelah kejadian itu pihaknya berkoordinasi dengan keluarga Serda Iman untuk mengantarkan jenazahnya ke kampung halaman di Nias.

Kolonel Infantri Zeni juga menjelaskan beberapa luka di bagian tubuh Serda Iman yang menjadi tanda tanyak pihak keluarga. Untuk luka memar di bagian kepala disebabkan Iman terjatuh saat latihan bela diri berlangsung.

“Pada saat kejadian dia terjatuh dan kepalanya terbentur, makanya ada luka memar,” ucap Zeni.

Sedangkan luka di bagian leher Serda Iman dijawab oleh KA Kesdam I/BB Kolonel CKM dr Sutan Bangun. Dia menyebut luka itu adalah bekas suntikan formalin.

“Jenazahnya harus diawetkan maka diputuskanlah pembuatan formalin. Dan yang paling efektif itu dari pembuluh darah yang ada di leher, lukanya sekira 2 centimeter,” ungkap Sutan.

Zeni menegaskan pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini. Jika ditemukan ada kesalahan prosedur saat latihan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan hukum.

“Peraturan akan dijalankan sesuai ketentuan. Tidak ada prajurit yang kebal hukum,” jelas Zeni.

Sebelumnya Serda Iman (23) meninggal dunia usai latihan bela diri di tempat tugasnya Senin (4/11). Jenazah rencananya dikebumikan di Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Kamis (7/11), namun batal dilakukan. Alasannya pihak keluarga melihat ada kejanggalan di tubuh korban yaitu terdapat luka di bagian kepala dan leher. Keluarga meminta jenazah Iman divisum terlebih dahulu sebelum dikebumikan.(AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *