MEDANHEADLINES.COM -Kasus Kolera babi atau Hog Cholera yang terjadi disejumlah wilayah di Sumatera Utara juga mewabah di Kabupaten Karo. Dari informasi yang diperoleh, Lebih dari 400 ekor babi mati karena kolera babi di wilayah ini
Upaya pencegahan pun dilakukan. Dinas Pertanian dan Peternakan Karo mensosialisasikan langkah Biosecurity. Supaya penyakit Hog Cholera tidak terus menyebar.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Siska beru Tarigan langsung mengatakan, agar peternak tidak membeli babi dari luar daerah. Supaya potensi virus Hog Cholera dari luar tidak terbawa ke Karo.
“Kita melarang dan menyarankan. Jadi mencegah supaya masuknya virus dari daerah lain,” kata Siska, Selasa (12/11).
Kata Siska, Biosecurity harus dilakukan untuk mencegah virus semakin menyebar. Mulai dari kebersihan kandang hingga penyemprotan disinfektan. Khususnya di daerah yang dianggap sudah terjangkit virus.
Ada tiga kecamatan yang disinyalir cukup kuat. Tiga kecamatan itu antara lain, Kabanjahe, Tigapanah dan Laubaleng.
“Untuk daerah yang paling terjangkit itu ada di Laubaleng. Kita juga melakukan sosialisasi dan pencegahan dengan mengecek setiap ternak babi yang akan keluar dan masuk dari karo,” ungkap Siska.
Sementara itu, Siska juga menuturkan, masih ada peternak yang membuang bangkai babi ke jurang. Berbeda tipis dengan kasus di Medan yang membuang babi ke sungai.
“Sudah kita sosialisasikan untuk ditanam untuk menutup penyebaran virus,” pungkasnya. (red)












