Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan 2 Aktivis Lingkungan di Labuhan Batu

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Petugas Gabungan dari Sat Reskrim Polres Labuhan Batu yang bekerja sama dengan Reskrim Polsek Panai Hilir berhasil meringkus pelaku pembunuhan aktivis lingkungan hidup Maratua Parasian Siregar alias Sanjai dan Maraden Sianipar.

Kedua aktivis lingkungan ini ditemukan di dalam parit bekoan Perkebunan Sawit KSU Amelia dusun VI Sei Siali Desa Wonosari Kec. Panai Hilir Kab. Labuhan Batu pada Rabu (30/10) lalu.

Dari informasi yang diperoleh, Dua dari enam tersangka yang ditangkap pada Selasa (5/11) dini hari tadi adalah Victor Situmorang als Pak Revi (49) warga Dusun VI Sei Siali Desa Wonosari Kec. Panai Hilir Kab. Labuhanbatu dan Sabar Hutapea als Pak Tati (50) warga Dusun VI Sei Siali Desa Wonosari Kec. Panai Hilir Kab. Labuhanbatu.

“Vicktor Situmorang alias Pak Revi dan Sabar Hutapea als Pak Tati bersama-sama memukul kedua korban dengan kayu balok sepanjang 1 meter lalu memasukkannya ke parit bekoan,” Ungkap Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP.Nainggolan
Ia mengatakan, motif dari pembunuhan itu diduga dendam terkait lahan kebun kelapa sawit.

“Untuk sementara, motifnya dendam soal lahan kebun sawit. Penyidik masih melakukan pendalaman. Kedua tersangka masih dalam pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Dijelaskan Nainggolan, Korban Maratua Parasian Siregar adalah aktivis dan wartawan sedangkan Maraden Sianipar merupakan mantan Caleg dari Nasdem.

” Barang bukti yang disita 1 unit sepeda motor honda Revo 110 BK 5185 VAB warna hitam,” jelasnya

Terkait kronologis pembunuhan, Nainggolan menjelaskan, Mayat kedua korban ditemukan pada Rabu (30/10) pukul 17.45 wib. Namun sebelumnya, pada Selasa (29/10) sekira pukul 16.00 wib, saksi Burhan Nasution datang ke Polsek Panai Hilir melaporkan kalau sepeda motornya jenis Honda Revo BK.5185VAB, dibawa Maraden Sianipar bersama Martua Parasian Siregar als Sanjai

“Alasan keduanya meminjam sepeda motor Burhan Nasution untuk melihat kebun sawit nya yang melalui perk. Sawit KSU AMELIA di Dusun VI Sei Siali Desa Wonosari Kec. Panai Hilir Kab. Labuhanbatu,” katanya.

Karena keduanya tidak kunjung pulang, sambung Nainggolan, akhirnya pada Rabu (30/10) sekira pukul 12.00 wib, Burhan Nasution melapor ke Polsek Panai Hilir untuk membantu melakukan pencarian terhadap kedua korban.

Setelah dilakukan pencarian sekira pkl. 17.45 wib korban Maraden Sianipar ditemukan didalam parit bekoan dibelakang gudang perkebunan. Sawit KSU Amelia dalam keadaan meninggal dunia dengan luka robek pada bagian kepala belakang, luka robek pada bagian leher, pipi kiri, siku kiri dan nyaris putus, luka robek pada bagian punggung yang diduga telah dibunuh. Lalu, mayat kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk otopsi.

Setelah mayat ditemukan, Polres Labuhan Batu bersama Polsek Panai Hilir melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi lalu menangkap kedua tersangka dari rumah masing-masing.

“Setelah diintrogasi kedua pelaku mengakui perbuatan nya sebagai pelaku pembunuhan dan mereka yang melakukan pembunuhan tersebut sebanyak 6 orang. Empat tersangka lagi masih DPO,” jelas Nainggolan (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *