Terkait Kasus OTT Wali Kota Medan, Sejumlah Pejabat Pemko Medan Diperiksa KPK

Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Sejumlah pejabat di Pemerintahan Kota Medan yang digelar di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Rabu (30/10).

Pemeriksaan di mulai sejak pukul 09.00 pagi, tampak sejumlah pejabat mulai berdatangan ke Kejatisu, mulai dari Kepala BP2RD Kota Medan Suherman, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan, Khairunisa hingga Kabag Perlengkapan dan Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan S I Dongoran.

Selain itu, Tampak juga mstaf protokoler Wali Kota Andika beserta Ajudan Wali Kota Aidil memasuki ruang pemeriksaan.

Saat coba dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini, Para terperiksa yang didampingi Kabag Hukum Pemkot Medan, Bambang itu tak satupun yang mau angkat bicara dan hanya berlalu, memasuki ke ruang pemeriksaan.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK di tempatnya.

” Iya benar (pemeriksaan) KPK telah berkoordinasi dengan Kejatisu. Dalam hal ini pinjam tempat terkait untuk proses pemeriksaan kasus di Kota Medan,” ujar Sumanggar.

Saat berkordinasi dengan Kejatisu, kata Sumanggar KPK direncanakan menggunakan ruangan di Kejatisu dari mulai Senin hingga Jum’at.

” Tapi bisa saja hari ini mereka seleksi melakulan pemeriksan dan mereka kembali ke Jakarta,” ujar Sumanggar.

Terpisah Juru Bicara KPK Febri Diansah, dalam keterangan, tertulisnya menyebut ada 8 orang saksi yang diperiksa. Namun dia tidak secara detail menjelaskan nama saksi yang diperiksa.

” Sakski saksi yang diperiksa masih dikonfirmasi terkait sumber dana yang digunakan Wali Kota Medan, beserta jajaran untuk melakukan perjalanan dinas ke Jepang yang bersumber dari APBD,” ujar Febri

Sebelumnya KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah Medan, Wiriya Al ko Rahman. Ia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk TDE (Dzulmi Eldin),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Selasa (29/10).

Diketahui, Dalam kasus ini, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin diduga menerima uang total sebesar Rp 580 dari Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari. Uang diduga diberikan dalam beberapa tahap.

KPK menduga salah satu peruntukan uang itu ialah guna menutupi perjalanan dinas Dzulmi pada Juli 2019 yang membengkak. Sebab, Dzulmi diduga melakukan perjalanan dinas ke Jepang dengan mengajak keluarganya, bahkan melebihi batas waktu.

Eldin disebut turut membawa istri, kedua anaknya, serta beberapa orang lain yang tak berkepentingan. Dalam masa perpanjangan liburan itu, Dzulmi juga diduga didampingi Kasubbag Protokol Pemkot Medan Syamsul Fitri Siregar. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *