Hempang Peredaran Narkoba, Bupati Tapteng Minta Peran Keagamaan Ditingkatkan

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengimbau agar dakwah-dakwah agama ikut bersuara menghempang peredaran buruk Narkoba.

“Semua harus bersuara, Mesjid harus bersuara, Gereja harus bersuara,” kata Bakhtiar saat menerima audiensi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BPKRMI) Tapanuli Tengah, Senin (14/19).

Bakhtiar mengungkapkan, peran agama sangat penting untuk memberi penyadaran buruknya Narkoba. Sebab, saat ini Narkoba menyasar semua elemen, mulai dari anak-anak hingga dewasa, bahkan di kalangan para pemuka agama.

“Kita harus kuat dan istiqomah, teruslah berdakwah bagi BKPRMI, mari berbagi tugas, karena sekarang ngak ada yang gak mungkin, ada juga yang Ustadz (pemuka agama-red) anaknya Narkoba,” pungkas Bakhtiar.

Bakhtiar juga mengaku keprihatinan atas kondisi bangsa, terutama di Tapanuli Tengah akibat Narkoba. Menurutnya, peredaran Narkoba berkontribusi menyebabkan memburuknya perekonomian.

“Narkoba jadi musuh berat. Bayangkan kalau ada 10 ribu orang kena narkoba, berapa uang yang habis? Bisa 1 milyar rupiah satu hari dan 30 milyar rupiah sebulan dan dalam setahun 360 miliar,” kata Bakhtiar.

Bakhtiar mengaku, ketegasannya soal Narkoba mendapat banyak tantangan. Banyak kritik terhadap dirinya karena ikut mengurusi barang haram itu.

“Tekanan banyak, tapi ini konsekwensi dan saya tidak takut. Karena semua sudah disasar narkoba, PNS bisa saja kena, dan polisi juga bisa kena. Ada pula bilang kenapa Bupati urusi Narkoba? Ini aneh, karena soal Narkoba yang sudah sangat merusak ini, semua harus campur tangan,” tukasnya.

Mantan ketua DPRD Tapteng ini juga menyinggung soal perjudian dan warung remang-remang yang harus jadi musuh bersama di daerah itu. Menurut dia, perjudian juga berperan besar merusak ekonomi masyarakat.

“Sampai kapan kita diam? Narkoba dan judi menyedot uang-uang rakyat, pegawai negeri, nelayan, tukang becak, tukang guris, ini harus kita lawan,” katanya.
Bakhtiar mengungkapkan dirinya telah menginstruksikan agar seluruh desa dan kelurahan di Tapanuli Tengah memusyawarahkan aturan di wilayah masing-masing.

Menurutnya aturan itu menekankan pengusiran terhadap para pengguna Narkoba, dan akan berlaku sejak 1 Januari 2020 nanti.

“Siapa ketahuan narkoba diusir dari kampungnya selama 15 tahun. Dan kalau dia bandar tak boleh lagi kembali ke kampungnya. Hukum sosial harus berlaku, karena saat dia di penjara? Dia jadi bandar dan jadi bos narkoba, jadi harus ada sanksi sosial,” tegas Bakhtiar.

Dia juga mendorong BKPRMI dan elemen masyarakat terlibat aktif memberantas Narkoba dan perjudian. Jika menemukan, Bupati meminta diinformasikan agar ditutup.

“Kalau ada jackpot, tangkap, kalau ada yang melawan, berhadapan dengan saya,” tukas Bakhtiar.
Ketua Umum DPD BKPRMI Tapteng, Musliadi Simanjuntak menyatakan dukungan pihaknya dalam agenda pemberantasan narkoba.

Menurut Masliadi, peran serta yang bisa dilakukan adalah menggiatkan berbagai kegiatan dengan melibatkan remaja mesjid.

“Kita akan menjadi tameng, agar adek-adek remaja Mesjid tidak terjerumus ke penyalahgunaan Narkoba, kita juga akan bersinergi dalam program pembangunan di Tapanuli Tengah,” imbuh Masliadi.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *