Bekas Tetangga Ungkap Prilaku Syahrial, Miliki Gelar Hukum Dan Pernah Ingin Berangkat ke Suriah

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Nama Syahrial Alamsyah mendadak menjadi buah bibir yang tak habis dibicarakan setelah tindakannya yang melakukan penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, Kamis (10/10/2019)

Syahrial yang merupakan kelahiran Medan, Agustus 1968 silam ini diketahui memiliki gelar sarjana hukum dari Universitas Negeri
Dari informasi yang dihimpun di lokasi tempat tinggalnya dahulu, Kehidupan Syahrial memang dipenuhi lika-liku. Dia dikabarkan sudah berkali-kali gagal merajut rumah tangga.

Pekerjaannya tak tetap. Mulai dari sopir angkot, depot air minum, hingga renta Play Station pernah dilakoninya

Jiran tetangga di kawasan Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan yaitu Alex,(39) mengaku terakhir kali bertemu Syahrial tahun 2015 lalu.

Alex pun bercerita, jika Syahrial pernah berangkat ke Malaysia. Sepulang dari sana, Syahrial berubah drastis.

“Aku heran sepulang dari Malaysia dia ninggali semua perbuatan maksiat. Dia pakai kopiah lobay. Kubilang ‘nah udah masuk Islam’ aja anak ini,” kata Alex (39), teman dekat Alam —sapaan akrab Syahrial—.

Kata Alex, Syahrial pergi ke Malaysia sekira tahun 1999. Saat itu dia frustasi. Pernikahan pertamanya dengan perempuan berinisial KN kandas.

Saat itu juga bahkan syahrial terlibat judi togel. Bahkan Alex menyebut Syahrial saat itu mengonsumsi narkoba.

“Dia tak lama di Malaysia, paling sekitar 5 bulan. Tapi setelah pulang dari Malaysia berubah kali dia,” ungkap Alex.

Awal 2000-an, Syahrial menikah untuk kedua kalinya. Kali ini dengan YR. Perempuan muda yang tinggal di kawasan Medan Timur.
Namun keluarga YR tak setuju dengan pernikahan itu. “Karena keluarga si perempuan tidak setuju, mereka ‘nikah tembak’ di kawasan Hamparan Perak,” jelasnya.

Untuk menghidupi keluarga, Syahrial membuka depot air minum isi ulang. Dia juga membuka rental PlayStation.

Dari pernikahannya dengan YR, Syahrial dikaruniai dua anak perempuan

“Anaknya yang pertama sempat sekolah SD di Krakatau sampai kelas 2, tapi setelah itu berhenti. Soalnya dia menentang sekali Pancasila,” ucap Alex.

Saat Ra baru berusia 10 hari, Syahrial digugat cerai. Bahkan dia sempat dipolisikan. Mereka pun berpisah.

Alax juga bercerita, Pada 2013 lalu, Syahrial sempat mengajaknya ke Suriah. Dia menunjukkan materi-materi berkaitan dengan Suriah. Namun Alex menolak.

“Waktu bicara sama dia saya iyakan saja. Kalau saya bantah kan nggak enak,” ucapnya.

Alex juga sempat diajak ke Palu. Di sana dia akan disediakan pekerjaan. Hasil pekerjaan rencananya ditabung untuk berangkat ke Suriah. Namun keberangkatan Syahrial ke Palu Gagal.

Alex juga sempat dikenalkan dengan istri ketiga Syahrial. “Kabarnya orang luar. Dia paka cadar,” tukasnya.

Sementara itu Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis mengatakan Syahrial tidak memiliki catatan kriminal di wilayah hukumnya.

“Belum ada, karena pelaku sudah lama merantau dan tidak tinggal di Medan lagi sejak 2016,” ucapnya.

Terpisah, Badan Intelijen Negara menyebut Syahrial Alamsyah, pelaku penyerangan Menko Polhukam Wiranto terpapar paham radikal dari Jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Kepala BIN Budi Gunawan juga sudah memantau pergerakan Syahrial sejak tiga bulan lalu.

“Memang sel-sel seperti ini kan cukup banyak. Kami mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi,” kata Budi Kamis (10/10). (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *