Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Begal Ditembak Mati

MEDANHEADLINES.COM,Medan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan berhasil mengungkap tuntas kasus pencurian dengan kekerasan atau begal yang menewaskan Monang alias Asun (48) pada Senin 18 Juli 2016 lalu.

Warga Jalan Ternak, Kampung Anggrung Polonia Medan, itu dibegal para pelaku di Jalan MT Haryono simpang Jalan Surabaya, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota.

Dalam kejadian tersebut, para pelaku menusuk tubuh korban dengan menggunakan pisau sebanyak satu kali. Korban akhirnya meninggal dunia diduga kehabisan darah akibat luka yang dideritanya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menerangkan, jumlah pelaku yang membegal korban Monang berjumlah empat orang. Mereka masing-masing bernama Alexander Manalu alias Alex Batak, Rois Hasibuan alias Rois, Sapriadi alias Icikafe dan Tedy Satria alias Tongat.

“Pelaku Alex, Rois dan Incikafe sudah ditangkap lebih dulu. Berkas mereka sudah P22 dan sudah diserahkan ke Kejaksaan. Saat ini ketiganya sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan,” kata Dadang saat memaparkan kasus di depan kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Sabtu (5/10) sore.

Berdasarkan pengungkapan tersebut, polisi melakukan pemburuan terhadap seorang pelaku atas nama Tedy Satria alias Tongat. Dia menjadi DPO sejak 2016 dan berhasil diringkus pada Oktober 2019. Tepatnya Jumat (4/10) sekira pukul 12.35 WIB, tim khusus dari unit Pidum mengetahui pelaku sedang berada di seputaran Jalan Martubung.

Tak mau buang waktu, petugas langsung menuju lokasi untuk menangkap pelaku. Setibanya di sana, polisi melihat pelaku sedang mengendarai sepeda motor dan berusaha menghadangnya. Bukannya berhenti, Tongat malah melarikan diri sehingga terjadi kejar-kejaran.

“Petugas menembak kaki pelaku sehingga ia berhasil ditangkap di Perumahan Griya II, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan,” ucap Dadang.

“Pada Sabtu (5/10) dini hari, kita mencari barang bukti kendaraan hasil curiannya. Namun, Tongat melawan dan merebut senjata anggota. Petugas menembak pelaku dan akhirnya ia meninggal dunia. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” tambah Dadang.

Dadang menambahkan, para pelaku yang kerap beraksi di malam hari berkeliling untuk mencari mangsanya. Saat kejadian itu, mereka melihat korban sedang melintas di TKP dan langsung memepetnya hingga ia terjatuh.

Selanjutnya pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau tepat di bagian belakang tubuhnya. Seketika korban bersimbah darah dan akhirnya tewas.

Orang nomor satu di Polrestabes Medan itu menegaskan bahwa para pelaku merupakan resedivis kasus yang sama. Kata Dadang mereka sudah beraksi puluhan kali di wilayah hukumnya.

“Mereka sudah 27 kali beraksi di lokasi yang berbeda. Untuk di Medan sendiri laporan yang masuk sudah tiga LP. Jadi mereka ini memang residivis,” tegas perwira berpangkat tiga melati emas di pundaknya itu. (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *