Punya borok dan Latar Belakang Akademik Tak Sesuai, Acil Lubis : Gubsu Layak Copot Kadishub Haris Lubis

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Slogan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mewujudkan Sumut Bermartabat kembali menjadi sorotan aktivia anti korupsi serta lembaga kemahasiswaan dan kepemudaan.

Pasalnya, Gubsu Edy Rahmayadi yang dinilai tidak konsisten dengan ucapan yang dilontarkan kepublik dari sejumlah kebijakannya.

Di antaranya dalam menempatkan sejumlah pejabat eselon II di beberapa Organisasi perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Provinsi Sumaetara Utara, seperti Kadishub Sumut Abdul Haris Lubis.

Beredar, faktor kedekatan dan indikasi nepotisme yang menjadi landasan utama Gubsu menempatkan beberapa OPD yang strategis.

“Kita sangat sayangkan, Gubsu yang terkesan tidak amanah dalam menjalankan jabatannya. Isu yang menyebutkan banyaknya bermarga Lubis yang direkomendasi Ketua PKK Provsu terang-terangan dipertontonkan”ujar Pengurus Harian DPW Hima Lubis Syafruddin.

Menurut Syafruddin Lubis yang akrab disapa Acil, meskipun dirinya juga Mora (salah satu unsur dalam struktur kekerabatan Dalihan Na Tolu,red), tidak tepat rasanya jika sikap Gubsu terlalu pasang badan terhadap pejabat OPD di jajarannya meskipun bermarga Lubis.

“Kita sepakat, jika wacana Gubsu ingin mewujudkan Sumut Bermartabat, harus lah diisi dengan pejabat bermental yang sama. Jelas terlihat, track record Haris Lubis memimpin di Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provsu jelas amburadul. Kenapa masih diberikan amanah yang sama sekali catatan akademis dan kariernya tidak pernah di Dinas Perhubungan justru diberikan”tegasnya.

Untuk itu, lanjut Acil yang Aktivis 98 ini mengultimatum Gubsu agar benar-benar menjalankan amanah rakyat yang diberikan melalui pesta demokrasi tahun lalu.

Jangan hanya slogan ‘Sumut Bermartabat’ saat berkampanye serta mencari simpatik rakyat saja.

“Gubsu jangan lari dari Visi Misi dalam memimpin. Haris Lubis bukan sosok yang tepat saat ini di Dinas Perhubungan Sumut”pungkasnya.

Sebelumnya, Haris Lubis hingga saat ini masih jadi sorotan sejumlah elemen anti korupsi. Aksi unjukrasa yang kerap terjadi menjadikan Gubsu lupa kontrol sehingga mengintervensi massa aksi dan viral di Media sosial.

Ketua Umum Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB Alamp Aksi) Sumut Eka Armada Danu Saptala dalam aksi tersebut memaparkan borok Haris Lubis, berdasarkan hasil investigasi di lapangan proyek yang dikerjakan PT Parsaoran Membangun dengan nomor kontrak 602/UPTJJ.KN-DBMBK/KPA/230/SP/2018/24 Juli 2018 diduga bermasalah.

Menurut dia, proyek tersebut tidak sesuai dengan bestek. Kemudian proyek tersebut saat ini sudah rusak. Padahal baru setahun usai dikerjakan.

Eka mengatakan, dalam tuntutannya Kejati diminta mengusut tuntas dugaan korupsi di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut semasa dipimpin oleh Abdul Haris Lubis yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara.

“Mendesak Kejati Sumut agar segera mengusut tuntas dugaan pengkondisian pemenang di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumatera Utara,” ujarnya.

Gubsu diminta segera mengevaluasi kembali anak buahnya Abdul Haris Lubis, M.Si sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara. “ Copot saja jabatannya sebagai Kadishub Sumut. Kami menduga Haris mempunyai cacatan buruk sewaktu memimpin Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi,” katanya.

Selain itu, BPK RI Perwakilan Sumatera Utara dan Inspektorat Sumatera Utara dimunta mengaudit kembali laporan keuangan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumatera Utara terkait pengerjaan proyek. “Kami meminta pekerjaan tersebut segera diaudit. Kami menduga proyek tersebut dikerjakan asal-asalan,”tegasnya.

Aksi pengunjukrasa mendapat kawalan aparat kepolisian yang turut menurunkan kendaraan anti demo sekelas Barakuda. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *