MEDANHEADLINES.COM, Medan – Di depan guru besar institut pemerintahan dalam negeri Kolonel Arm. Pustaka Bangun berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Analisis kepemimpinan ditinjau dari aspek kecerdasan emosi dan kepemimpinan transformasional (study kasus kepemimpinan Joko Widodo)”.
Ketika menjawab beberapa pertanyaan dari Guru besar, Kolonel Arm Pustaka Bangun menyatakan antara lain: dimensi yang paling utama dari kecerdasan emosi yang terdapat dalam kepemimpinan Joko Widodo adalah dimensi empati dan dimensi keterampilan sosial.
Sedangkan kepemimpinan transformasional adalah dimensi individualized influence dan dimensi intellectual stimulation. Sebagai promovendus, Kolonel Pustaka Bangun lebih jauh menyatakan, kepemimpinan Joko Widodo saangat relevan dengan situasi Indonesia.
Joko Widodo selalu mewongke orang lain, menggunakan guyon parikeno sehingga banyak orang yang merasa dekat dengan beliau. Selain itu Jokowi dalam memutuskan sesuatu dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan hati nurani.
Guru besar IPDN yang hadir antara lain Prof Dr Murtir Jeddawi yang juga Rektod IPDN, Prof Dr Ermaya mantan Rektor IPDN dan mantan Gubernur Lemhanas. Sedangkan dari jajaran Kemhan dan TNI yang hadir antara lain: Letjen Trilegiono Suko ( Rektor Unhan ), Mayjen A Hafil Fuddin ( Dosen Unhan), Mayjen TNI Irwansyah, Brigjen TNI Zulfardi Junin.
Dari kepolisian hadir Brigjen Pol Tabana Bangun ( Direktur Pasca Sarjana PTIK). Dalam sidang terbuka tersebut, Kolonel Arm Pustaka Bangun lulus dengan mendapat predikat Cumlaude. (AFD)












