Meski Masuk Dalam Satwa Yang Dilindungi, Namun Penyu Ini Malah Disantap Beramai-ramai

Sosialisasi kepada warga terkait penyu sebagai satwa yang dilindungi

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah-  Warga di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara diduga melakukan penangkapan terhadap seekor Penyu diprediksi jenis Penyu Lekang.

Informasi itu diketahui dari sebuah video yang beredar di grup sebuah Komunitas menyebut diri Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab).

Meski belum diperoleh informasi resmi kapan Penyu bernasib malang itu ditangkap dan diikat, namun Penyu yang diprediksi berbobot puluhan kilogram itu ditangkap di sebuah Desa Muara Kolang di Kecamatan Sorkam.

Dari video yang menyebar terdengar percakapan antara warga yang menyebut bahwa Penyu itu awalnya hendak bertelur di pantai.

“Nandak batalu (mau bertelur Penyunya?),” tanya seorang warga di video itu.

Sementara itu, ketua Kelompok Koservasi Penyu, Budi Sikumbang nampaknya merespon terkait video itu. Ia mengaku telah berkordinasi dengan petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) untuk melakukan penelusuran.

“Kami sedang menuju Muara Kolang (lokasi diduga penangkapan Penyu-red),” kata Budi.

Penyu Lekang yang ditangkap dan diikat warga di perairan Desa Muara Nauli, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berakhir tragis.

Penyu malang itu diketahui telah disantap ramai-ramai warga. Informasi tersebut diperoleh dari Ketua Kelompok Konservasi Penyu Pantai Binasi, Budi Sikumbang.

“Penyu-nya sudah dimakan oleh warga,” ungkap Budi, Selasa (26/8) sore.

Budi mengaku pihaknya bersama petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan telah mendatangi lokasi kejadian dan bertemu warga, termasuk kepala desa setempat.

“Penangkapan Penyu itu terjadi kemarin Minggu (25/8) sekitar pukul 18:00 WIB. Anak-anak di Desa itu yang menyaksikan ada seekor Penyu hendak bertelur di pantai,” tutur Budi.

Budi mengaku warga sebenarnya mengetahui bahwa Penyu itu dilindungi. Namun, sepertinya kebiasaan memakan Penyu memang sudah berlangsung lama di daerah tersebut.

“Tadi kepala Desa minta untuk disosilisasikan kepada masyarakat Muara Kolang dan sekaligus mengenalkan biota yang di lindungi,” kata Budi.

Penelusuran medanheadlines.com semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi. Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Menurut Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan baik penjual dan pembeli satwa dilindungi seperti Penyu, bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *