Tak Terima Dieksekusi, Sejumlah Warga Hadang Tim Juru Sita Pengadilan Negeri Sibolga

 

MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Kericuhan terjadi saat Tim juru sita Pengadilan Negeri Sibolga akan melakukan proses eksekusi tanah milik salah satu warga di Jalan KH Zainul Arifin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (31/7).

Gamel Purba sebagai pihak termohon terlihat berupaya menghadang tim juru sita dari PN Sibolga.

“Ditanyak dulu makanya, ini lagi naik banding pak, kok main eksekusi,” kata Istri Gamel Purba.
Saat eksekusi berlangsung, Gamel Purba beserta istrinya terlihat histeris. Mereka berteriak meminta agar tim juru sita dapat menghadirkan Badan Pertanahan Nasional-BPN.

“Jadi permintaan kami, panggil BPN dulu pak baru kami rela. Ini asli kami beli pak sudah batako,” ucap Gamel.

Sementara itu, panitera Pengadilan Negeri Sibolga, Jabonar Simanihuruk menyebut, tanah yang hendak dieksekusi tersebut merupakan milik Mathias Hutapea (Pemohon) dengan luas 3×12 meter.

“Tanah terbuat dari lantai semen dan setengah papan beratap seng dengan luas 3×12 meter agar segera dikosongkan, ini adalah objek sengketa,” tuturnya.

Dilain pihak, Mathias Hutapea mengaku, dilayangkannya gugatan ke PN Sibolga berawal dari sikap Gamel Purba. Diakuinya Gamel Purba (termohon) melakukan penutupan akses jalan ke rumah miliknya selama 6 tahun.

“Jadi persoalannya, sertifikat kami tumpang tindih, tanah saya diambil, jadi sampai ke Pengadilan peninjauan kembali. Di Sibolga saya menang, di Medan saya menang, dan di Jakarta juga saya menang. Dia mengajukan banding lagi, ternyata pertanahan tidak mau hadir,” ucapnya.

Diakui Mathias, sebelumnya upaya negosiasi secara kekeluargaan telah dilakukan. Namun Gamel Purba sebagai pihak termohon tidak pernah menanggapi untuk membuka akses jalan yang telah ditutup tersebut.

“Pengadilan sendiri telah memediasi kami agar berdamai, tapi nyatanya dia (Gamel) tidak mau. Dulunya jalan ini terbuka, tapi dia (Gamel) menutup jalan kami, menurutnya tanah itu miliknya,” beber Mathias.

Pantauan, upaya penghadangan yang dilakukan dapat dicegah oleh petugas Kepolisian yang berjaga di lokasi. Beberapa bangunan pun terlihat dibongkar paksa oleh pekerja dari tim juru sita. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *