Polisi Tangkap Mucikari Bertarif Jutaan Rupiah, Pemesan tak tau statusnya ?

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestsbes Medan kembali menangkap seorang wanita atau mucikari yang menjual gadis muda kepada pria hidung belang.

Informasi yang diperoleh, wanita yang diamankan itu berinisial SI. Perempuan 49 tahun itu merupakan warga Jalan Bakti Luhur, Kecamatan Medan Helvetia. SI membandrol setiap gadis yang hendak dijualnya seharga juataan rupiah.

“SI diduga mucikarinya. Dia menjual gadis tersebut (korban) seharga Rp 2 juta,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira melalui keterangan tertulis yang diterima medanheadlines.com, Rabu (31/7).

Putu menjelaskan, Penangkapan terhadap SI berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya bahwa ada transaksi perdagaan perempuan di salah satu hotel di Kota Medan, Rabu (24/7) sekira pukul 22.00 WIB. Mendapat informasi, personel langsung menuju lokasi dan berhasil menangkap SI sekira pukul 23.39 WIB.

“Sewaktu diinterogasi, SI mengaku mengantar seorang gadis untuk melayani nafsu pria hdung belang yang sudah menunggu di dalam kamar,” ungakap Putu.

Setelah mengakui perbuatannya, polisi membawa SI, korban dan uang Rp 2 juta dari pemesan ke markas komando untuk diproses lebih lanjut. Pengakuan SI, lanjut Putu, SI yang mengambil uang kepada pemesan. Selanjutnya ia yang mengantarkan gadis sesuai pesanan.

“Dari Rp 2 juta itu, SI memperoleh Rp 500 ribu, sementara sisanya dikasih kepada gadis yang dijual,” jelas Putu.

Hasil keterangan korban yang hendak dijual, SI sudah dua kali menyuruhnya untuk melayani nafsu lelaki hidung belang. Selain SI, polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta dan satu unit telepon genggam.

Saat ini, SI sudah diamankan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pria hidung belang yang memesan gadis kepada SI tidak dijelaskan statusnya seperti apa.

“Atas perbuatannya, SI terancam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagaan Orang (TPPO) dan atau Pasal 296 KUHPidana,” pungkas Putu.(afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *