432 Siswa Baru SMAN 1 Matauli Pandan Dilantik, Ini Harapan Gubsu

 

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – SMAN 1 Matauli Pandan yang beralamat di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah Sumatera Utara adalah salah satu sekolah terbaik di wilayah Pantai Barat.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1994, tidak sedikit dari siswa-siswi di sekolah ini sudah berhasil mengukir prestasi di tingkat Kabupaten, Provinsi, dan juga Nasional.

Melihat keberhasilan itu, tidak sedikit juga dari para orangtua berlomba-lomba untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit di Pantai Barat tersebut. Di tahun 2019 ini misalnya, sedikitnya ada 2900 orang yang ikut melakukan pendaftaran melalui online.

“Kita membuka pendaftaran itu melalui online sejak 1 Maret 2019. Dan dari 2900 yang mendaftar, sebanyak 1332 orang dinyatakan lulus tes Akademik,” kata Kepsek SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Murdianto, Rabu (24/7).

Dikatakan Murdianto, calon siswa yang lulus tes Akdemik itu, tersisa sebanyak 668 orang dinyatakan lulus tes Psikotes. Selanjutnya dari yang lulus Psikotes itu, sebanyak 432 orang dinyatakan lulus dan melakukan pendaftaran ulang.

“Kriteria itu diantaranya IQ harus diatas 120, nilai akademik diatas 7,5 dan EQ diatas 11,” kata Murdianto.

Sebanyak 432 siswa siswi baru dinyatakan lulus setelah melewati berbagai tahapan seleksi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Matauli Pandan. Mereka pun dilantik menjadi siswa baru angkatan ke XXVI oleh Ir. Akbar Tandjung.

Sebagai penggagas berdirinya sekolah tersebut, Akbar Tandjung berharap kepada siswa baru yang dilantik agar dapat bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pendidikan di SMAN 1 Matauli Pandan.

Ia juga berharap, dengan dibangunnya sekolah ini, para guru bisa menciptakan mutu pendidikan yang dapat diperhitungkan dan berdaya saing.

“Dibangunnya sekolah ini berkat gagasan dari beberapa tokoh Nasional dari Tapanuli, diantaranya Faisal Tanjung, Jhon Situmeang dan JM Pasaribu. Kami berharap, sekolah ini bisa melahirkan anak-anak Tapanuli yang dihargai di negeri kita dengan mutu pendidikan yang baik, dan berguna bagi Nusa dan Bangsa” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang hadir dalam acara pelantikan itu berharap agar siswa yang baru dilantik memiliki cita-cita untuk membangun Sumatera Utara yang maju, aman, sejahtera dan bermartabat.

“Peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam membangun Sumatera Utara ini. Untuk itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, makmurkan daerah ini, kami butuh kecerdasan kalian,” ujar Gubernur dihadapan ratusan siswa SMAN 1 Plus Matauli.

Dihadapan ratusan siswa, Edy juga menyampaikan bahwa jika berkeinginan meraih cita-cita yang bagus, para siswa jangan hanya berdiam diri saja. Namun harus ada usaha dan kerja keras dalam mewujudkan cita-cita itu.

“Jangan hanya memiliki cita-cita, harus ada usaha. Jangan tidur-tidur saja kalau ingin cita citanya tercapai,” kata Edy Rahmayadi.

Untuk memotivasi para siswa, pada kesempatan itu Edy juga mengungkapkan bahwa ia adalah anak seorang penjual kue. Meskipun begitu, ia yakin kalau doa orangtua akan mengiringi perjalanan hidup dalam meraih cita-cita.

“Emak saya jual kue, Bapak saya Sersan, anaknya Letnan Jenderal, hebatkah saya? Tidak, saya tidak hebat jika tanpa doa orang tua. Saya juga bekerja keras untuk itu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Edy juga tidak lupa berpesan kepada para guru pengajar di SMAN 1 Matauli yang hadir. Ia berharap agar para guru di sekolah itu tidak mengajar dengan komunikasi satu arah.

“Murid tidak harus menghafal, murid harus mengerti, bukan menghafal. Murid akan lebih memahami jika para guru memiliki komunikasi dua arah,”katanya.

Sebagai tenaga pendidik, masih Edy para guru juga tidak harus memarahi para murid jika tidak mengerti pelajaran yang disampaikan. Guru harus bisa bersabar dan terus mengajari muridnya dengan sungguh-sungguh sampai mengerti.

“Mengajar harus ada rasa kasih sayang, bukan hanya ilmu, budi pekerti juga harus dijadikan landasan untuk memajukan bangsa ini,” kata Gubernur.

Dalam acara itu, Edy juga memberikan medali perak kepada 2 siswa berprestasi. Dua siswa asal Kota Sibolga itu berhasil meraih juara Olimpiade Nasional di Manado. Keduanya yakni Erin Glory Pavayosa Ginting dan Amanda Novriwani Saragih.

Usai acara di SMAN 1 Plus Matauli, Gubernur Edy Rahmayadi juga menyempatkan diri meninjau operasi bibir sumbing. Kegiatan operasi bibir sumbing merupakan salah satu program Bakti Kesehatan Bermartabat Sumut.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *