Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Mancis Terancam Hukuman Lima Tahun Penjara

MEDANHEADLINES.COM, Binjai – Kepolisian Resort (Polres) Binjai resmi menahan tiga petinggi PT Kiat Unggul (KU) atas peristiwa kebakaran pabrik mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Jumat (21/6) siang.

Ketiga tersangka yang ditahan yaitu Direktur Utama PT Kiat Unggul (KU), Indramawan, berikutnya Manajer Operasional, Burhan dan Manager Personalia, Lisma Warni.

Kapolres Binjai AKBP Nugroho mengatakan, atas kejadian itu ketiganya dikenakan dengan pasal berlapis. Mereka dijerat dengan Pasal 359 KUHP karena melakukan kelalaian yang menyebabkan matinya orang lain, Pasal 188 KUHP karena melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kebakaran yang mengakibatkan matinya orang lain, dan Pasal 76 H dan Pasal 76 I UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan terhadap tersangka Indramawan masih ada ancaman lain. Direktur Utama ini juga dijerat dengan Pasal 61 dan 62 UU Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penataan Ruang, Pasal 109 UU Nomor 32 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dia pun dikenakan Pasal 90 ayat (1) dan Pasal 185 ayat (1) UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Ancaman hukuman terhadap pasal yang dipersangkakan antara lima tahun sampai 10 tahun penjara,” kata Nugroho kepada awak media saat memaparkan kasus di Polres Binjai, Senin (24/6) siang.

Akibat peristiwa kebakaran itu sebanyak 30 orang tewas terpanggang. Para korban tewas terdiri dari 24 pekerja perempuan, seorang di antaranya masih berusia anak-anak berusia 15 tahun. Seorang perempuan turut menjadi korban pada saat menemani temannya bekerja di lokasi.

Lima korban lainnya adalah anak-anak pekerja, yang dua di antaranya berjenis kelamin laki-laki dibawa ibunya bekerja. Para korban tewas terpanggang karena tidak dapat keluar dari dalam bangunan yang terbakar. Mereka diduga tidak dapat keluar karena api datang dari arah belakang, padahal pintu keluar-masuk hanya ada di belakang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *