The Sugarcane : Ucap Perpisahan Lewat ‘Undur Diri’

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Musik kian lekat dengan kehidupan manusia bahkan kerap kali musik mempunyai keajaiban tersendiri bagi pendengarnya. Lagu dengan kolaborasi yang sesuai antara lirik dan musik mampu membawa kita terlarut dalam suasana yang sesuai dengan lagu yang sedang didengarkan.

Tak jarang pula, sebuah lagu dengan lirik yang berkaitan dengan apa yang sedang dirasakan, mampu membuat seseorang terhanyut dalam rasa bahagia ataupun rasa haru, hingga meneteskan airmata. Seperti lagu berjudul ‘Undur Diri’ yang diciptakan oleh band asal Medan bernama The Sugarcane.

Lagu dengan aliran folk ini, mengisahkan tentang suatu hubungan yang harus diakhiri. Bukan karena adanya pihak lain yang turut masuk dalam kisah percintaan ini, melainkan dua insan yang sudah tidak sejalan dan satu pemahaman lagi. Sehingga, terpaksa salah satu pihak pamit undur diri dari kisah ini, sebab jika terus dijalani dan berjuang sendirian, hanya akan menimbulkan luka yang lebih dalam.

Mereka tak tahu
Kau dan aku berbeda.
Perlahan ku mulai lepaskan genggaman
Dan benci yang hadir bersamaan
Kau tak lagi perduli
Kau ingkar janji
Aku. Undur diri..
Sebisaku Bertahan
Tapi harapmu perpisahan

Lirik dengan diksi yang mudah dipahami dan sangat berkaitan dengan kisah cinta pada umumnya, menjadikan lagu ini sangat dinikmati, khususnya untuk anak muda yang tengah merasakan kegundahan yang sama dengan lagu ini.

Lagu ini juga merupakan pengalaman kisah cinta pribadi dari salah satu personil The Sugarcane.

The sugarcane yang beranggotakan 3 personil terdiri dari Rayhan, Yudha dan Dendi ini sudah turut meramaikan belantika Musik Indonesia sejak 27 Maret 2016.

Ketiga personil merupakan Mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara. Band dengan aliran musik Folk ini mencoba menyuguhkan musik bertemakan patah hati yang bernuansa manis bagi pendengarnya.

The Sugarcane mampu melihat peluang yang ada, mereka menyulap kisah patah hati menjadi sebuah karya yang menguntungkan.

“Kalau kita patah hati jangan ditangisi, tapi jadikan itu sebuah karya yang bisa menghasilkan Royalti” ucap Dendi. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *