Diperiksa Selama 28 Jam, Kivlan Zen Langsung Diamankan ke Rutan Guntur

Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan makar atas tersangka Eggi Sudjana di Polda Metro Jaya, Kamis (16/5/2019). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

MEDANHEADLINES.COM – Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen, tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal, rampung menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (30/5/2019).

Kivlan keluar dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekira pukul 20.08 WIB.

Saat keluar, Kivlan enggan memberikan sepatah kata pun kepada sejumlah awak media yang menunggu sejak pagi. Kivlan tampak digiring delapan anggota kepolisian ke dalam mobil.

Kivlan hanya menunduk saat para wartawan mengejar pernyataan dari dirinya. Ia juga sempat dikejar-kejar awak media ketika keluar dari gedung.

Kivlan telah diperiksa sejak Rabu (29/5/2019) pukul 16.00 WIB. Terhitung, 28 jam Kivlan dimintakan keterangan oleh penyidik ihwal kepemilikan senjata api ilegal.

Kekinian ia langsung dibawa ke Rumah Tahanan Guntur, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya resmi menahan Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal, Kamis hari ini.

Terkait penahanan Kivlan Zen itu disampaikan pengacara Suta Widhya saat ditemui wartawan di Polda Metro Jaya.

Menurutnya, selama 20 hari menjalani penahanan, Kivlan akan dititipkan ke Rumah Tahanan Militer, Guntur, Jakarta Selatan.

“Dalam hal ini kebijakan dari kepolisian untuk menahan 20 hari ke depan di rumah tahanan Guntur, Jakarta Selatan,” kata Suta.

Untuk diketahui, Mabes Polri sebelumnya telah menangkap enam orang yang diduga berencana melakukan pembunuhan pada empat tokoh nasional yakni Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Keenam tersangka tersebut disebut-sebut menunggangi kerusuhan 22 Mei untuk melakukan aksinya. Polisi mengungkapkan, kelompok ini dipimpin HK dan beranggotakan IR, TJ, AZ, AD dan AF.

Mereka memiliki peran berbeda mulai dari mencari penjual senjata api hingga mencari eksekutor. Keenamnya kini sudah ditahan polisi. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *