Terlibat kasus penipuan, Raja Bonaran Kembali Jadi Tersangka

MEDANHEADLINES. COM, tapteng – `Sudah jatuh, ditimpa tangga pula`. Begitulah kata kiasan menggambarkan kasus yang dialami oleh mantan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang.

Ditengah bergulirnya kasus penipuan CPNS K2 di Pengadilan Negeri Sibolga, RBS kembali ditetapkan tersangka oleh Polres Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Hal ini diketahui setelah adanya laporan dari Efendi Marpaung ke Polres Tapteng. Bukti laporan ini diperkuat pada Nomor LP/ 80/ lV/ 2019/ SU Res Tapteng.

Dalam kasus tersebut, mantan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang diduga melanggar pasal 378 dan pasal 3 UU RI no 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Satreskrim Polres Tapteng, Dodi Nainggolan melalui press releasnya diterangkan bahwa dugaan penipuan terhadap Efendi Marpaung terjadi sekitar bulan Februari 2012.

Dijelaskan, RBS yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tapteng meminta uang sebesar Rp500 juta dengan iming-iming akan memberikan pekerjaan proyek di Dinas Pendidikan Tapteng kepada Efendi.

Selanjutnya pada tanggal 19 Februari 2012, Bonaran kembali meminta agar Efendi datang ke rumah dinas Bupati dengan membawa uang dimaksud.

Pada 20 Februari 2012, Efendi pun mentransfer uang tersebut. Efendi kemudian melaporkan kepada Bonaran bahwa uang dimaksud telah dia transfer ke rekening atas nama Pantun Banjarnahor.

Namun hingga berakhirnya masa jabatan Bonaran sebagai bupati Tapteng, Efendi tidak pernah mendapatkan proyek seperti yang telah dijanjikan.

Dari hasil penyelidikan, terungkap hubungan Bonaran dengan Pantun. Bonaran ternyata pernah menggunakan uang Pantun sewaktu mencalonkan diri sebagai Bupati Tapteng.

Setelah terpilih sebagai Bupati Tapteng, Pantun pun kemudian meminta supaya Bonaran mengembalikan uang miliknya. Sehingga Bonaran menyuruh Efendi mentransfer uang kepada Pantun untuk membayar sebagian uang yang telah dipergunakannya pada saat mencalonkan diri sebagai Bupati Tapteng tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan membenarkan penetapan Raja Bonaran Situmeang sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan yang diaporkan korban atas nama Efendi Marpaung.

“Iya benar, barang bukti berupa rekening koran bank Mandiri, a.n Pantun Banjarnahor,” kata AKP Dodi, Rabu (8/5).

Untuk diketahui, saat ini Raja Bonaran Situmeang masih menghadapi dakwaan atas kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pencucian Uang (Money Loundry) sebesar Rp1,2 Miliar di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga atas laporan Heppy Rosnani Sinaga yang merupakan istri dari Efendi Marpaung. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *