Poltekpar Medan Susun Klaster Materi Uji Kompetensi Lewat Workshop

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan kembali menggelar Workshop Penyusunan Klaster Materi Uji Kompetensi. Kegiatan digelar 22-27 April 2019 di Kampus Poltekpar Medan.

Workshop ini di ikuti 38 Asesor sertifikasi yang sudah lulus dan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNS). LSP P1 mengundang narasumber seorang Master Asesor Busmin Napitupulu untuk mendampingi para asesor membuat materi uji kompetensi dengan format baru.

Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, sertifikasi saat ini harus sesuai dengan kurikulum pendidikan pariwisata. Mahasiswa harus benar-benar sudah harus mendapatkan materi ajar sebelum disertifikasi.

Selain itu, Poltekpar Medan dalam melaksanakan pendidikannya dibekali dengan program 3C, yakni Curriculum, Certification, and Centre of Excelent.

“Kurikulum dirumuskan berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Mutual Recognition Arrengment on Tourism Professionals ASEAN), dan juga capaian pembelajarannya diselaraskan dengan Global Code of Etic of Tourism by UNWTO,” papar Anwari, Senin (29/4).

Di Poltekpar Medan, katanya, sertifikasi telah berstandar UNWTO Tedqual untuk dunia. Lalu sertifikasi CHE untuk pengajar juga bertaraf dunia. Sementara sertifikasi BAN-PT untuk Program Studi, sertifikasi AIPT untuk institusi, sertifikasi dosen untuk pengajar bertaraf nasional, ISO 9001:2015, dan LSP 1ST PARTY Akpar Medan.

Selama dua hari, para asesor dibimbing oleh Master Asesor dan empat hari masing-masing asesor bekerja mandiri untuk menyiapkan skema materi uji kompetensi sesuai dengan kurikulum masing-masing prodi.

“Tujuan penyusunan klaster Materi Uji Kompetensi adalah untuk mengintegrasikan kurikulum Poltekpar Medan dengan sertifikasi kompetensi sesuai dengan KKNI, CATC, AQRF dan ACCSTP. Sebagaimana tertuang dalam kesepakatan antara BNSP dan Kemenpar serta sebagai proses pemetaan sertifikasi kompetensi mahasiswa poltekpar Medan menuju digital sertifikasi,” tutur Anwari.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adyani mengatakan, sertifikasi mahasiswa merupakan salah satu upaya implementasi yang telah dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP). Tujuannya untuk semua anak didik memiliki kompetensi dan sertifikat siap pakai untuk mendukung mereka dalam berkarir dalam dunia kerja.

“Dalam dunia pendidikan, sertifikasi menjadi salah satu tugas utama yang harus diemban oleh PTNP. Tujuannya adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang telah didapat melalui proses pembelajaran. Baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja.

Dikatakan Giri, dalam dunia kerja, kompetensi harus dipelihara. Bukan hanya pernah kompeten, tetapi kompeten dan terus kompeten, sehingga benar-benar menghasilkan SDM yang professional.

“Peran SDM menjadi faktor yang paling penting dalam pengembangan pariwisata. Karena sangat menentukan kepuasan wisatawan. Mulai dari sederhana, seperti melayani, apa itu Teori dan Konsep Pariwisata Sapta Pesona, bagaimana memposisikan diri kalau ada turis,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, untuk mendorong peningkatan kualitas SDM di bidang pariwisata, diperlukan kerjasama antara sekolah perguruan tinggi pariwisata, dan pelatihan SDM pariwisata, pemerintah dan komunitas di daerah pariwisata

“Dalam dunia pendidikan, sertifikasi menjadi salah satu tugas utama yang harus diemban oleh PTNP. Tujuannya adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang telah didapat melalui proses pembelajaran. Baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja,” ujar Menpar Arief Yahya.

Karena dalam dunia kerja, lanjut Menpar, kompetensi harus dipelihara. Bukan hanya pernah kompeten, tetapi kompeten dan terus kompeten, sehingga benar-benar menghasilkan SDM yang professional.

“People are the real differentiator. Artinya, yang membedakan antara satu bangsa dengan bangsa lainnya adalah manusianya. Yang membedakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain adalah manusianya. Begitu pun yang membedakan antara satu keluarga dengan keluaga lain adalah manusianya. Dan yang membedakan antara satu manusia dengan manusia lain adalah karakter dan kompetensinya,” tutur Menpar Arief Yahya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.