MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sejumlah kegiatan positif dilakukan para pelajar di SMPN 7 usai melaksanakan UNBK di Sekolahnya, Kamis (25/4/2019)
Diantaranya yaitu mengumpulkan seragam sekolah yang layak pakai untuk diserahkan kepada adik kelas yang membutuhkan.
“Ini salah satu kegiatan untuk mengantisipasi para pelajar melakukan aksi coret-coret baju seusai UNBK,”sebut Kepsek SMPN 7 Medan Irnawati.
Usai ujian, Satu persatu siswa keluar dari ruangan lalu membuka seragam mereka dan dikumpulkan dalam sebuah kardus. Kemudian, mereka menggunakan pakaian batik sekolah di akhir UNBK.
“SMP Negeri 7 Medan dalam melakukan kegiatan akhir Ujian Nasional dan telah kami sosialisasikan ke orangtua lewat pemberitahuan, pertama kami memohon kepada orang tua untuk kerjasamanya dalam mengantisiapasi kegiatan yang sifatnya euforia yang selalu dilakukan oleh siswa setiap tahunnya, seperti ngebut-ngebut di jalan, coret-coret, kongkow di jalanan yang bisa menyebabkan terganggungnya arus lalin dan mengakibatkan masyarakat terganggu,” ucap Irnawati.
“Pertama mengajurkan siswa dan orang tua untuk memberikan sumbangan pakaian seragam yang masih layak digunakan untuk adik-adik kelas maupun yang membutuhkan. Yang kedua, menggunakan baju seragam batik saat ujian,” Tambahnya.
Irnawati juga mengungkapkan, pihak sekolah juga memberikan fasilitas coret-coretan mengarah positif dengan menggunakan spanduk putih, para siswa dipersilahkan menuliskan komitmen mereka di dalam spanduk panjang untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi.
“Nah disitulah disediakan untuk anak-anak apa yang mau mereka tulis. Dan terakhir, pulang harus dijemput orang tua. Kalau tidak dijemput orang tua. Kami menahan sementara sampai batas waktu kami anggap kondusif untuk diperbolehkan pulang,” ungkapnya
Selanjutnya, ia mengatakan jika siswa atau anak kedapatan melakukan aksi negatif maka akan mendapat sanksi dari sekolah
“Maka siswa tersebut akan dipertimbangkan untuk kelulusannya dari SMP Negeri 7 Medan,” pungkasnya.(red)












