Dugaan Pelanggaran Kampanye, Ini Tanggapan Ketua PKS Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dewan Pengurus DPD PKS Medan angkat bicara terkait adanya temuan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Medan Baru yang menemukan adanya dugaan pelanggaran kampanye yang terjadi di kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan, Senin malam, 15 April 2019.
Ketua DPD PKS Medan, Salman Alfarizi, menjelaskan adanya pertemuan yang dilakukan di Kantor DPD PKS Medan itu hanya untuk penguatan saksi luar Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kita dapat instruksikan dari atas bahwa tidak dibenarkan bagi struktur dan kader untuk sosialisiasi kampanye selama masa tenang. Namun kita lebih fokus kepada penguatan saksi,” ujar Salman ketika dikonfirmasi, Rabu, 17 April 2019.

Salman merasa heran kenapa Panwascam dan kepolisian mempermasalahkan acara di Kantor DPD PKS Medan. Padahal yang berkumpul adalah saksi dan kader PKS guna penguatan saksi luar TPS dihari pemilihan.

Mengenai barang bukti yang ditemukan berupa handuk dan alat peraga kampanye atas nama Caleg tertentu, dianggap wajar oleh Salman. Musababnya, lokasi yang disambangi Panwascam dan kepolisian adalah kantor partai yang pastinya akan ditemukan banyak alat peraga pemilu. Apalagi sebelum masa tenang, pihaknya juga sempat melakukan sosialisasi di Kantor DPD PKS Kota Medan.

Khusus untuk handuk, Salman juga mengatakan diberikan kepada saksi sebagai apresiasi.
“Untuk souvenir, itu bentuk mengapresiasi saksi kita. Itu kan diperbolehkan, tidak melanggar aturan,” lanjut Salman.

Namun pihaknya akan tetap menghormati dan mengikuti proses yang dijalankan Panwascam. Meskipun begitu, karena tidak dianggap melakukan pelanggaran, PKS akan memberikan pendampingan hukum kepada kader dan Caleg yang tersebut melakukan pelanggaran pemilu.

Salman berharap Panwascam dapat lebih jeli dalam melihat dugaan pelanggaran pemilu yang selama ini terjadi.
“Panwascam harus lebih fokus soal politik uang yang beredar ditengah-tengah masyarakat. Ini sudah jadi rahasia di masyarakat umum. Kalau ini hanya proses penguatan saksi, saya rasa gak perlu dibesar-besarkan,” pungkas Salman.

Sebelumnya diberitakan, Panwascam Medan Baru menemukan dugaan pelanggaran pemilu, yakni kampanye di masa tenang Pemilu 2019 di Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan.

“Kita melihat memang ada kampanye. Kartu nama dan contoh kertas suara itu sudah merupakan bahan kampanye. Apalagi sampai ada nomor untuk para caleg-caleg ini. Kami mensinyalir ada kampanye,” ungkap Ketua Panwascam Medan Baru, Hasudungan Silaen, pada Selasa malam, 16 April 2019.(ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.