Masalah Pelepasan Lahan Proyek Tol Siantar Dan Kuala Tanjung, BPN Sumut : Rampung Mei Mendatang

Ilustrasi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut mengatakan akan segera merampungkan Persoalan pelepasan lahan untuk proyek tol Tebingtinggi-Pematang Siantar dan tol Kuala Tanjung pada bulan Mei 2019 mendatang

Kepala Kanwil BPN Sumut Bambang Priono mengatakan, Proses pembebasan lahan ini sudah masuk dalam tahap pengumuman, selain itu pihaknya juga tengah memproses pengadaan lahan untuk ruas Tebintinggi-Kualatanjung.

“Mana yang lebih cepat dan baik prosesnya itu yang akan kami laksanakan. Kemungkinan pengadaan tanah jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dan Tebingtinggi-Pematangsiantar akan menjadi yang tercepat di Indonesia,” kata Bambang

Ia Juga menjelaskan, Proses ini sudah berjalan sejak Agustus dan September 2018 lalu. Saat ini proses sudah berada pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Pembangunan dan kontraktor sudah dimulai. Terkait tanah PTPN III dan IV, mereka kemarin berkesepakatan, silahkan saja dulu dipakai sepanjang tanaman dan bangunan sudah terinventarisasi,” ujarnya.

Saat ini, kata Bambang, tim yuridis BPN sudah meninjau ke lapangan untuk melakukan percepatan pengadaan lahan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dengan panjang 42 Km.

“Perkiraan, kalau pengerjaan bisa selesai dalam setahun, tol Medan-Tebingtinggi, Tebingtebinggi-Kualatanjung dan Medan-Tebingtinggi-Pematangsiantar akan terkoneksi semua,” ungkapnya.

Mantan Kepala Kanwil BPN Surabaya itu juga mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol bertujuan agar Sumatera Utara tidak semakin ketinggalan dengan Palembang, Pekanbaru dan Makassar yang kini perlahan.

Dalam proses pembangunan jalan tol ini, Kanwil BPN bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Andil Kementerian PUPR dalam hal ini adalah bertugas membayar ganti rugi lahan.

Sedangkan pembangunannya juga dapat dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) dan anak perusahaannya. Untuk pengelolanya, dipercayakan kepada Jasa Marga dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Saya pastikan tim saya bekerja dengan integritas penuh. Kami tahu (anggaran pembangunan) duitnya negara. Satu sen pun saya selaku ketua pengadaan tanah di Sumut, takkan melakukan hal-hal di luar ketentuan,” tegas dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan kepentingan umum. Termasuk yang terkena dampak pembangunan. Masyarakat yang memiliki bukti kepemilikan tanah sebaiknya dilakukan dengan arif. Bukan justru menghambat-hambat pengadaan tanah yang sedang berjalan di Sumut. (red)

Please follow and like us:
error0

One thought on “Masalah Pelepasan Lahan Proyek Tol Siantar Dan Kuala Tanjung, BPN Sumut : Rampung Mei Mendatang”

  1. Apanya yg dirampungkan Pak. Ini sdh bulan Juni 2019 masalah harga aj tak cocok.
    Tolong di pantaulah Pak…. masyakat mau cari kemana lagi tanah Pak semua sdh mahal dan tanah itu sdh puluhan thn jd sumber penghasilan. Masa nilai tanah lbh murah dari harga ikan gabus perkilo dr pada tanah permeter.
    TOLONG DI CEK ULANG PAK. Trimksh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *