MEDANHEADINES.COM, Medan – Pesantren Al Raudhatul Hasanah menggelar kegiatan Orientasi Wawasan Kebangsaan di sekolah mereka yang berada di Jl. Setia Budi, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Kamis (21/3).
Acara ini sendiri bertemakan Santri Melawan Hoax Demi Menjaga Keutuhan NKRI Dalam Rangka Menjamin Siitkamtimbas Yang Aman dan Damai Menjelang Pilpres dan Pileg 2019.
Hadir sebagai pemateri Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja dan Reporter Harian Waspada Rasuddin Sihotang.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tata Dirsan Atmadja dalam kesempatannya mengajak para santri dan santriwati untuk menjadi yang terdepan dalam menangkal peredaran hoaks atau berita bohong.
” Hoaks itu bisa ditangkal dengan cara tabayyun atau klarifikasi,” ujar nya kepada ratusan massa yang datang .
Maraknya peredaran hoaks kata Tatan, merupakan dampak negatif dari era digital saat ini. Walapun, diakuinya ada dampak positif dari zaman digital.
“Hoaks hanya akan menimbulkan perpecahan,” ungkap mantan Wakapolrestabes Kota Medan ini.
Tantan mengatakan Polri telah berupaya maksimal dalam memberantas hoks. Ia memprediksi ada pihak-pihak yang sengaja ingin memecah belah masyarakat.
“Di Aceh ada sumber minyak yang lebih banyak di bandingkan daerah Timur Tengah. Sumut ada sumber minyak dan emas, hoaks sengaja disebarkan untuk memecah belah kita, tujuannya bisa jadi untuk menguasai itu semua. Makanya mari kita tangkal berita bohong itu,” tuturnya.
Sementara itu, Rasudin Sihotang dalam paparanya, mengatakan fenomena hoax melalui media sosial berada pada titik yang mengkhawatirkan. ” Berbagai berita hoax beredar di masyarakat dengan berbagai kepentingan untuk membuat masyarakat resah takut , bingung hingga mudah diprovokasi untuk berbuat sesuatu yang berpotensi melanggar hukum ,” ujar Rasudin
Karena itu ia meminta masyarakat untuk saling mengingatkan kepada orang orang terdekat bahwa menbuat dan menyebarkan hoax berpotensi di jerat UU ITE .” Masyarakat semestinya, menghindari baik lisan dan tulisan hal hal yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila , UUD 1945 , Bhineka Tunggal Ika , NKRI dan pemerintah,” ungkap Rasudin Sihotang.
Sementara Direktur Raudlatul Hasanah Solihin Adin dalam diwawancarai menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembekalan kepada siswa tingkat akhir Raudlatul Hasanah, sebelum menyelesaikan massa pendidikan
” Mereka ini masih butuh informasi, sebentar lagi akan melek, kita takut mereka melek terus salah. Informasi yang disampaikan (narasumber ) sangat bermanfaat agar mereka tidak terjebak kepada hal yang tidak baik seperti hoax. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membantu mereka,” tandas Solihin. (red)












