Ini 4 Filosofi di Balik Ritual Nyepi Bagi Umat Hindu

Umat Hindu melaksanakan ibadah Tawur Kesanga dan Sembahyang Tilem di Pura Amerta Jati, Depok, Rabu (6/3).[Suara.com/Arief Hermawan P]

MEDANHEADLINES.COM – Setahun sekali, umat Hindu akan melaksanakan ritual Nyepi. Ritual yang dilaksanakan mengiringi proses pergantian tahun Caka ini memiliki filosofi bergantinya kehidupan lama menuju kehidupan baru.

Melalui Nyepi, manusia belajar mendekap keheningan, memahami arti hidup di dalam suasana damai, tenang dan selaras.

Lewat Nyepi pula, manusia mengevaluasi hubungannya dengan alam, sesama manusia dan Tuhan.

Terdapat empat pantangan yang tak boleh dilanggar tatkala umat Hindu menjalani ritual Nyepi ini!

1. Tidak boleh menyalakan api
Api adalah lambang hawa nafsu. Saat hari raya Nyepi, umat Hindu akan menjalani Amati Geni, tidak menyalakan api maupun sumber cahaya lainnya sebagai simbol melawan hawa nafsu.

2. Tidak bekerja
Manusia pada dasarnya membutuhkan istirahat. Oleh karena itu, saat menjalani Nyepi, umat Hindu harus melakoni Amati Karya, tidak boleh melakukan aktivitas apapun termasuk bekerja.
Saat Amati Karya, manusia diberi kesempatan untuk mengevaluasi dirinya dalam keheningan.

3. Tidak bersenang-senang
Saat hari raya Nyepi, umat Hindu harus melakoni Amati Lalanguan, mengendalikan diri untuk tidak bersenang-senang dan juga berfoya-foya.

4. Tidak bepergian
Saat hari raya Nyepi pula, umat Hindu harus mengendalikan keinginannya bepergian. Tetap diam di rumah sambil mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan setahun terakhir.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.