Ungkap Penjualan Belasan Burung Langka, Polda : Sumut Tujuan Peredaran Hewan Langka

MEDANHEADLINES.COM , Medan – Sumatera Utara khususnya kota Medan ternyata menjadi salah satu tujuan utama penjualan hewan langka di Indonesia.

Hal Ini disampaikan Direktur Ditkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Ronny Santama saat memaparkan pengungkapan kasus penjualan belasan burung langka di Mapolda Sumut, Selasa (26/2/2019).

“Kami menduga Sumut khususnya Medan saat ini bukan hanya menjadi sumber hewan langka tapi juga tujuan peredaran hewan langka atau burung langka di Indonesia dan mungkin juga untuk transit ke negara lain,”sebut Rony Santama.

Rony mengatakan, Dari pengungkapan yang mereka lakukan di kawasan Mabar, petugas menyita 5 ekor burung Kakaktua Raja, 5 ekor Burung Kesturi Raja, 1 burung Rangkong Papan, 1 burung Kakaktua Maluku, 1 burung Kakaktua Jambul Kuning dan 3 ekor Juvenil burung Kasuari Klambir Ganda.

“Ini semua burung yang dilindungi undang-undang,” sebut Rony.

Belasan burung langka ini dipelihara oleh dua orang tersangka yakni Robby (37) dan Adil Aulia (28). Keduanya warga Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Mabar Lingkungan I, Medan Deli.

“Tersangka R ini merupakan pemain lama dan memang sudah lama dicari. R masih kita kejar,” terang Rony.

Saat ini, kata Rony Santama, Pihaknya masih mengembangkan kasus penjualan burung langka ini.

”  Kami menganggap ini sebuah peredaran yang besar, Karena jika dikonversi di pasaran,  total burung langka yang disita ini mencapai 500 juta rupiah,” Jelasnya.

Untuk kasus yang diungkap di kawasan Jalan Mabar ini, Rony mengatakan mereka menjual satwa langka ini dengan berbagai sarana termasuk penjualan online.

” Termasuk dengan berlindung dibalik pedagang burung yang normal,”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *