Asrul Dahlan Ingin Banyak Sineas Lahir Dari Kota Medan

Foto : Asrul Dahlan saat diwawancarai awak media di lokasi syuting Film Ajari Aku Islam, Senin (18/2/2018)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Desain Produksi, sekaligus Pemeran Film Ajari Aku Islam, Asrul Dahlan mengatakan, dengan dimulainya syuting perdana Film Ajari Aku Islam di Kota Medan, diharapkan dapat memajukan industri perfilman Kota Medan. Sehingga, banyak lahir Sineas-Sineas, serta banyak investor yang tertarik syuting di Kota Medan.

“Harapan saya dengan adanya kita syuting di Medan, saya berharap, sineas-sineas dan investor mudah mudahan bisa lebih banyak lagi hadir, dan lahir di Kota Medan. Sehingga banyak yang membuat film di Medan ini. Mudah-mudahan kita bisa kompak, bisa membuat film, berikan apresiasi, apa yang kita buat bisa bermanfaat bagi semua orang,”ujarnya,┬áSenin (18/2/2019).

Sementara itu, Sutradara Film Ajari Aku Islam, Denny Pusung mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa syuting di Kota Medan. Sebab, Kota Medan sangat memiliki potensi sangat besar, namun jarang digunakan menjadi lokasi syuting.

“Medan sangat jarang dipakai untuk syuting, maka ini suatu kebanggaan bagi kami syuting di Medan.

Ini syuting perdana kami, dan kami ingin film ini bisa menggerakkan karakter orang yang menonton agar lebih baik. Dan apa yang kami lakukan ini bisa diterima orang-orang,”ungkapnya.

Asrul Dahlan menjelaskan, Film Ajari Aku Islam yang digarap Retro Picture bercerita tentang pria etnis tionghoa di Medan, yang menyukai wanita melayu muslim. Film ini pun bergenre cinta dan religi.

“Di Film ini kita bicara Islam dari cinta. Banyak yang diajari dalam film ini, tentang bagaimana Islam yang menyejukkan. Secara universal, pesannya, bahwasanya, khususnya Islam yang sekarang ada menganggap teroris, sangat radikal kita ingin hapuskan. Itu tidak benar. Jadi kita ingin memberikan alternatif tontonan, memberikan suasana yang sejuk. Kita ingin memberikan satu edukasi, hiburan dan kita ingin mengangkat kota Medan,”terangnya.

Beberapa ikon Kota Medan dijadikan tempat syuting, di antaranya Masjid Raya Al Mashun, Istana Maimoon, Bundaran SIB, dan Kesawan Medan. Adapun syuting perdana dimulai di Masjid Raya Al Mashun. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *