Kelompok Koservasi Pantai Binasi Terapkan Pentingnya Penyelamatan Penyu Sejak Dini

MEDANHEADLINES. COM, Tapteng -Kelompok Konservasi Pantai Binasi memberikan pendidikan penyelamatan Penyu bagi anak-anak di Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Menurut Donni, koordinator kegiatan mengatakan untuk memupuk rasa kesadaran penyelamatan satwa dilindungi ini sangat penting diketahui sejak dini.

“Ya cuma bawa satu kantong plastik, itu yang jadi bayaran les mereka. Nanti sampah akan kita konversikan ke uang, sebagian nanti untuk pengelolaan les dan sebagian untuk membuka bank sampah,” tutur Donni, Selasa (5/2/2019).

Dengan membuka Pondok Belajar Kreatif Tapi Lawik, masih Donni, kelompok konservasi juga memberikan les belajar komputer dan bahasa inggris, serta membuka taman bacaan yang diperuntukkan buat anak-anak sekitar penangkaran.

“Di awal les kemarin ada 14 anak yang ikut les, mereka juga membawa sampah masing-masing 1 kantongan. Kebetulan juga sedang ada adik-adik mahasiswa dari USU, jadi ikut membantu berlangsungnya les,” kata Donni.

Donni menuturkan, les yang dibuka bagi anak-anak memang belum secara keseluruhan dibuka dan masih les komputer saja. Les bahasa inggris masih menunggu relawan yang berkenan mewakafkan waktunya.

“Pilihan membuka les komputer dan bahasa inggris serta taman bacaan, sangat relevan di masa kekinian,” jelas Donni.

Donni menjelaskan, di pondok belajar ini anak-anak pun diajak mengkreasikan idenya dengan sekitar untuk ikut les. Tidak membayar dengan uang, tetapi cukup dengan sampah plastik.

“Di sekolah komputer terkadang terbatas, sementara penguasaan penggunaan komputer sekarang sudah mutlak. Ujian nasional saja sudah berbasis komputer,” ungkapnya.

Dengan menyandingkannya dengan keberadaan taman bacaan lanjut Donni, akan memudahkan anak-anak menguasai kedua mata pelajaran tersebut.

“Mereka bisa belajar sekaligus bisa membaca buku-buku yang relevan, buku diperoleh dari sumbangan-sumbangan, juga kita kumpul dari relawan-relawan,” katanya.

Soal sampah yang harus dibawa setiap anak les, kata Donni, selain meringankan syarat bagi anak-anak, ini juga untuk membentuk karakter anak-anak agar semakin peduli terhadap lingkungan.

“Ingat ada sedotan pipa yang nyangkut di hidung Penyu? Kemarin heboh, nah dengan kita mensyaratkan sampah sebagai pengganti biaya les, kita ingin membentuk karakter mereka sejak dini, bahwa sampah itu berbahaya tidak saja bagi manusia, tapi juga satwa, termasuk Penyu,” kata Donni.

Donni menyebut, aksi pendidikan ekstrakurikuler ini mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota kelompok Konservasi. Pun, masyarakat sekitar memberi apresiasi positif.

“Banyak juga orangtua yang menganjurkan anaknya ikut les, ini tentu bernilai positif bagi masa depan anak-anak,” kata Donni.

One thought on “Kelompok Koservasi Pantai Binasi Terapkan Pentingnya Penyelamatan Penyu Sejak Dini”

  1. Terimah kasih buat semua kalangan yang mendukung aktivitas yang bermanfaat yang di lakukan kelompok konservasi penyu pantai binasi, tanpa adanya dorongan yang kuat dari para kawan-kawan maka kelompok akan tertati-tati dalam melakukan kegiatannya. Dan juga terimah kasih buat Alm. Bang doni yang sangat gigi untuk memperjuangkan agar terciptanya wadah bagi anak-anak yang mau belajar. Terimah kasi juga buat Medan headlines yang menerbitkan halaman ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *