MEDANHEADLINES.COM – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Sibolga-Tapteng, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tapteng, Rabu (29/01/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam tuntutannya, sejumlah nelayan meminta agar Permen KP nomor 71 tidak diberlakukan di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Karena menurut mereka, dengan diberlakukannya permen ini, sejumlah nelayan kesusahan mencari nafkah untuk keluarga.
Dan melalui aksi ini, pihaknya juga berharap kepada Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani mau menjembatani mereka agar Permen KP ini tidak diberlakukan di Sibolga Tapteng.
“Kenapa di Pulau Jawa Permen KP ini tidak diberlakukan sepenuhnya, sementara di Kota Sibolga dan Tapteng sangat ketat. Nenek moyang kami turut berjuang demi Indonesia ini, tapi kenapa hanya kami yang mendapat perlakuan keras tentang Permen KP ini,” ungkap Nasution dalam orasinya.
Nasution atau yang akrab disapa Pak Nas ini juga mengatakan bahwa sejak Permen KP nomor 71 diberlakukan di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, banyak nelayan, pekerja tangkahan, serta inang-inang paralong-along (penjual ikan keliling) resah bahkan sebagian sudah pengangguran.
“Kenapa hanya di Sibolga-Tapteng saja yang diberlakukan sangat ketat, kenapa didaerah lain tidak begitu diberlakukan, padahal nenek moyang kita sama sama berjuang untuk Indonesia. Kami tidak meminta lebih, tapi kami meminta disamakan,” bebernya.
Hal yang sama juga disampaikan salah satu orator, Binner Siahaan yang mengaku sangat prihatin melihat kondisi para pekerja tangkahan, paralong along dan nelayan lainnya. Ia melihat, saat ini banyak nelayan yang berhenti dari pekerjaan mereka, karena kapal yang biasa dipakai untuk melaut tidak mau lagi berlayar.
“Mereka-mereka ini menjadi nelayan demi menghidupi keluarga, mencari makan untuk anak istrinya, bukan mencari kekayaan atau membeli mobil,” tuturnya.
Masih kata Binner, untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Menteri Kelautan, sejumlah nelayan yang ikut aksi percaya kalau Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani selaku orangtua masyarakat dalam pemerintahan akan mampu menjadi aktor penolong untuk nelayan.
“Kami yakin, pak Bupati akan mampu menjadi pelaku dalam memberikan jaminan hidup bagi kami para nelayan,” pungkasnya.
Aksi damai yang diikuti puluhan nelayan ini mendapat pengawalan ketat dari sejumlah personil aparat kepolisian Polres Tapteng dan petugas Satpol-PP yang berjaga di depan Kantor Bupati Tapteng.(hen)












