MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Kepala Desa Makarti Nauli, Nasrul saat ditemui mengaku hingga saat masih terus mendapat laporan dari warga tentang kemunculan hewan buas Aligator di desa mereka.
Menurutnya, kendati sejauh ini belum mendapatkan bukti berupa foto atau video yang menunjukkan kemunculan buaya ia berharap agar warga selalu tetap berhati-hati.
“Ada yang lihat di air, mengambang gitu, katanya kalau balok (batang kayu besar) pak gak mungkin dia melawan arus,” ungkap Nasrul.
Ia pun mengaku memaklumi laporan itu tanpa bukti, karena setiap kali warga bertemu aligator buas itu, warga akan terkejut dan tak terfikir untuk mengabadikan.
“Kalau kita mau moto (memfoto) ini buaya-nya ya gak mungkin ya kan, yang penting kita sampaikan ke masyarakat jangan mandi-mandi di sungai atau di pinggir parit,” ujarnya.
Nasrul juga mengaku terkejut dan heran soal tanggapan bahwa kasus ini tidak boleh dilaporkan.
“Bah, jadi nunggu korban dulu baru dilaporkan?” tukasnya.
Kendati ia menyebut laporan warga ini sudah ia teruskan ke instansi terkait. Kendati Kadis Pertanian Tapteng, Iskandar disebut sudah datang dan hanya memberi motivasi.
“Sikapnya ya memberikan motivasi agar waspada dan berhati-hati. Kalau kami beberapa malam ini setelah kemunculan (Buaya) itu, ronda sampai jam dua jam tiga, tapi begitu ronda gak ada masuk, tapi kalau bukti saksi mata bisa dikumpulkan masyarakat itu sendiri,” kata dia.
Kendati tak memiliki bukti dokumentasi konkret, Nasrul berharap persoalan ini bisa dicarikan solusinya. Ia menegaskan, agar kasus ini jangan sempat memakan korban terlebih dahulu baru mendapat respon.
“Untuk menampakan bukti fakta ril kita belum bisa, kapan dan dimana, harapan kami dari dinas terkait bagaimana mengantisipasi, jangan sampai ada korban di Desa Makarti Nauli, itulah harapan kami,” harapnya.(hen)











