Polisi Ringkus Pelaku Penganiayaan Dua Petugas BPK di Nias

MEDANHEADLINES.COM – Aparat Kepolisian meringkus seorang Pria berinisial OL (36) alias Ama Jevan karena diduga menganiyaya dua anggota BPK RI Perwakilan Sumatera Utara saat melakukan Pemeriksaan.

Dari Gelar Perkara yang dilakukan, Pelaku yang juga merupakan Caleg Partai Demokrat itu kemudian ditetapkan sebagai Tersangka

“Setelah gelar perkara yang kita lakukan dan bukti yang cukup, dia kita tetap sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan itu. Kami menahannya sejak Kamis 27 Desember 2018, kemarin,”‎ ucap Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, Sabtu (29/12).

Ama Jevan diduga melakukan penganiayaan‎ terhadap petugas Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI,
Kapolres menjelaskan, Kejadian penganiayaan itu terjadi saat kedua korban yaitu Jamanna Sembiring (38) warga Semarang dan Sandro Simatupang (34) warga Pematang Siantar, Sumatera Utara sedang menjalankan tugas untuk melakukan pemeriksaan dan audit ‎terhadap bangunan milik Pemeritahan Kabupaten (Pemkab) Nias Utara di Objek Wisata Pantai Indah Tureloto di Kabupaten Nias Utara, Selasa 12 Desember 2018, lalu.

“Setelah bertemu, pelapor bersama rekannya memperkenalkan diri sebagai anggota BPK dimana kemudian pelapor menanyakan tentang proyek bangunan objek wisata Pantai Indah Tureloto. Kebetulan sedang ada pembangunan di sana yang anggarannya dari APBD Nias Utara, tersangka di situ merupakan orang yang bekerja menyediakan material,” tutur Deni.

Merasa tidak senang, karena bangunan yang dikerjakannya diperiksaan dan di audit oleh korban, Maka Terjadi lah adu mulut dan berujung dengan penganiayaan yang dilakukan ‎Ama Jevan bersama 4 rekannya lainnya.

“Terlapor merasa tidak senang dengan kedatangan pelapor dan rekan pelapor yang mengecek proyek dimaksud sehingga terlapor kemudian mengusir pelapor dengan cara mendorong dada pelapor. Karena pelapor tidak mau pergi, terlapor kemudian memukuli keduanya bersama-sama dengan para pelaku lainnya yang tidak diketahui namanya diperkirakan sebanyak empat orang,” jelas Deni.

Deni mengatakan pihaknya tengah mengejar empat orang lagi yang diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Termasuk melakukan pemburuan dilakukan hingga keluar Provinsi Sumatera Utara.

“Untuk keempat tersangka lain, saat ini polisi sedang mengejar tersangka lain yang ikut membantu pemukulan tersebut,” pungkas Deni. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *