Ini 4 Perkara Korupsi di Sumut Yang Menyita Perhatian Sepanjang Tahun 2018

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) setidaknya mencatat ada 4 kasus perkara korupsi di Sumut yang cukup menyita perhatian sepanjang tahun 2018.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Agus Salim, SH, MH mengatakan, keempat perkara yang menarik perhatian adalah dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek pembangunan rigit betin pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga Tahun Anggaran 2016 dengan kerugian negara sebesar Rp 9 miliar dan telah dikembalikan Rp 7 miliar.

Yang Kedua, adalah dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit BRI Agroniaga Cabang Rantauprapat dengan total platfond Rp 22 miliar.

” Yang Ketiga adalah dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) du PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dengan kerugian Rp 18 miliar dan keempat, dugaan tindak pidana korupsi dalam Pembangunan Tapian Siri-siri dan Taman Raja Batu Tahun Anggaran 2016 di Kabupaten Mandailing Natal,” Jelasnya

Agus juga menambahkan, Sejak Januari hingga November 2018, Kejatisu telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp39 miliar yang berasal dari penyidikan, penuntutan, uang pengganti dan membayar denda.

” Pada tahap penyidikan, papar Agus Salim berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 4.012.909.339.- tahap penuntutan sebesar Rp8.444.839.569,- dan uang pengganti sebesar Rp21.161.994.719,- denda Rp5.975.000.000,- dan biaya perkara Rp962.250,” Ungkapnya

Dari data yang dihimpun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ada sebanyak 37 pejabat kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang berhubungan dengan penegak hukum baik itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kepolisian. Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus terutama bagi pengguna anggaran di Sumut agar lebih teliti dalam pelaksanaannya di lapangan.

“Beberapa kasus korupsi yang ditangani telah memasuki tahap penyidikan dan ada juga yang sudah memasuki tahapan persidangan. Harapan kita ke depan, seluruh lapisan masyarakat benar-benar mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi yang merugikan negara,” tandasnya.

Terpisah, Asisten Intelijen Kejati Sumut Leo Simanjuntak menegaskan bahwa momentum Hari Anti Korupsi harus menjadi perenungan bagi kita, tahun 2019 Sumut harus berubah.

Kita harus membangun Sumatera Utara yang bersih dari korupsi,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *