Palsukan Surat Tanah, Seorang Pengacara dan 3 Warga Sipil Diamankan Polisi

Pemaparaan Pemalsuan Surat Tanah Yang Menjerat Oknum Pengacara dan 3 Warga Sipil

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Aparat kepolisian mengamankan seorang pengacara (AF) beserta tiga warga sipil yaitu TAT, TI, Dan TA karena diduga melakukan pemalsuan surat tanah (grandsultan) seluas 800 meter di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli

Dari Kempat orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka tersebut,Tiga diantaranya dilakukan penahanan sementara satu tersangka lainnya tidak ditahan karena sedang menderita stroke.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan, Akibat pemalsuan surat tanah ini, Pembebasan Tol Medan Binjai mengalami kendala

” Tanah ini mereka gugat sevara perdata menggunakan Surat Grand Sultan Palsu,” Jelas Kapolda

Modus para pelaku Tambah Kapolda , adalah dengan memalsukan foto copy dokumen grandsultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN, tapi surat jawaban BPN kemudian dipalsukan, lalu menempelkannya pada dokumen yang dibuat sendiri.

“Surat yang mereka foto copy itu ternyata tidak terdata di BPN. Selain itu, pelaku juga sama sekali tidak pernah melihat (dokumen asli grandsultan) nya,” jelasnya.

Atas pemalsuan ini, sambung Agus, menghambat proyek pembangunan infrastruktur yang dicanangkan presiden RI Joko Widodo.

” Kita berharap, agar pengadilan segera memutuskan perkaranya, sehingga pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai dapat segera dilaksanakan,” Jelasnya

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimsus) Poldasu Kombes Pol Andi Rian mengatakan, laporan (LP) atas kasus ini diterima Poldasu pada bulan Oktober 2018. Dimana selang dua bulan proses pendidikan, para pelaku akhirnya dapat diamankan.

Andi Rian menyebutkan, para pelaku membuat surat hak lahan yang disengketakan seolah asli dari BPN, agar dapat memperoleh ganti rugi. Karenanya keempat pelaku, ujar Andi Rian akan dipersangkakan dengan Pasal 263 dan 266 KUHPidana dengan ancaman 8 tahun.

“Pemalsuan ini yang buat adalah pengacaranya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, dapat kita lakukan tahap 1 dan kita sudah koordinasi dengan kejaksaan,” terangnya.

Andi  juga mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sehingga ada kemungkinan dapat dikembangkan terhadap tersangka lainnya.

“Masih ada 6 gugatan lagi kepada tim pengadaan tanah dengan motif grandsultan. Ini yang masih dipelajari,” tandasnya.

Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono menambahkan, dalam luas lahan 800 meter yang di sengketakan tersebut terdapat 459 Kepala Keluarga (KK) dengan 9 status hak milik. Dimana terdiri dari 11 gugatan, dengan 5 perkara yang sudah selesai dan 6 lainnya masih dalam proses pengadilan.

Sedangkan Af sendiri mengaku, jika dirinya berjuang atas kepentingan ahli waris keturunan Sultan. Dimana sebut dia, tiga tersangka yang ditangkap bersama dirinya adalah para ahli waris Sultan Ma’moen Al Rasyid.

“Nanti kita buktikan di persidangan, karena kasus ini perlu di uji. Pihak Polda silahkan menyelidiki, tapi kalau saya berkomentar, takutnya nanti terjadi konflik perbedaan pandangan,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *