Berdampak Pada Pengemudi, Menhub Minta Operator Transportasi Online Jangan Beri Diskon Besar

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melepas 2.500 pemudik gratis di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018). (Suara.com/Walda Marison)

MEDANHEADLINES.COM – Menteri Perhubungan ( Menhub ) Budi Karya Sumadi mengimbau para operator transportasi online tidak memberikan diskon jasa terlalu besar. Pasalnya, diskon tersebut akan berdampak langsung dengan kondisi pengemudi online .

Para pengemudi secara tidak langsung merasa rugi dengan kebijakan diskon dari operator ini.

“Saya mengharapkan agar jangan terlalu banyak diskon. karena diskon itu mengakibatkan driver itu kurang pendapatannya,” ujar Budi saat menyambangi acara Grab Carnaval di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).

Penurunan diskon itu diakui Budi ada di dalam revisi peraturan Menteri (PM) 108 tahun 2017 yang telah ditandatangani. Tidak hanya masalah penetapan diskon, pihaknya juga menekan poin terkait perekrutan pengemudi.

Dia berharap kepada setiap operator jasa transportasi online untuk tidak merekrut pengemudi baru. Sebab, kondisi pengemudi saat ini sudah terlalu banyak.

“Kuota ini kita upayakan ada semacam undian dengan adanya pengemudi yang sekarang, namun dengan syarat tidak boleh lagi tambah,” terangnya.

Sebelumnya PM 108 yang mengatur regulasi tentang transportasi online sempat mendapat penolakan. Salah satunya dari para pengemudi angkutan online. Penolakan para pengemudi taksi online dikarenakan beberapa ketentuan di dalam PM 108 dirasa memberatkan.

Ketentuan yang memberatkan itu misalnya adalah kewajiban KIR, menggunakan stiker, sertifikat uji tipe, sistem tarif batas atas batas bawah, sistem kuota dan sistem wilayah operasional. Bagi para pengemudi ketentuan-ketentuan tersebut membuat para pengemudi taksi online kesulitan.(red/Suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *