Simulasi Pemilih, KPU Medan : Pemilih Hanya Habiskan Waktu Semenit Dalam Bilik

Simulasi Yang dilakukan KPU Medan

MEDANHEADLINES.COM -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan melakukan Simulasi pemungutan suara untuk melihat waktu yang dibutuhkan pemilih dalam pemilu 2019 mendatang

Ketua KPU Kota Medan Agussyah Damanik menjelaskan, pihaknya melakukan simulasi dengan 10 orang pemilih dengan menggunakan dua bilik suara dan lima surat suara per orangnya.

“Hasil simulasi menunjukkan, untuk sepuluh pemilih hanya menghabiskan waktu 9 menit dan 49 detik, Artinya, rata-rata pemilih membutuhkan waktu tak lebih dari satu menit berada dalam bilik suara,” Ungkapnya.

Menambahi hal itu, Komisioner KPU divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Medan, M. Rinaldi Khair menjelaskan, simulasi pemungutan suara dilakukan dengan konsep sederhana dalam kondisi yang normatif dan tanpa gangguan.

Mereka ingin melihat berapa waktu riil yang habis untuk memilih. Ini juga menepis anggapan jika satu pemilih membutuhkan waktu lama untuk memberikan hak suaranya ke TPS.

“Jika sebelumnya ada anggapan bahwa hitungan satu pemilih dapat memakan waktu sepuluh menit. Justru KPU Medan ketika mensimulasikannya dengan sepuluh pemilih,tidak sampai menghabiskan waktu sepuluh menit,” paparnya.

Dikatakannya, Simulasi dilakukan dengan 10 pemilih yang mengantri secara bergantian dan mendaftarkan diri ke TPS. Lalu menunggu antrian panggilan untuk mendapatkan surat suara, serta ke bilik suara untuk mencoblos lima surat suara, memasukkannya ke dalam lima kotak suara hingga terakhir mencelupkan jari ke tinta.

” Jika diasumsikan ada 300 pemilih, maka secara sederhana dapat dihitung proses pemungutan suara di TPS kurang dari 5 jam,” Ungkapnya

Rinaldi juga menjelaskan, Simulasi seperti ini akan terus dilakukan. Terlebih untuk pemungutan dan penghitungan suara dalam setiap Bimtek. Jika Peraturan KPU terkait pemungutan dan penghitungan suara sudah ditetapkan, pihaknya juga akan melakukan simulasi yang bersifat menyeluruh dengan beragam potensi masalah.

“Agar sejak awal sudah ada pendeteksian masalah dan dicarikan jalan keluarnya,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *