HMI Gelar Seminar “Sumatera Utara Aerotropolis 2024, Bisa!!!”.

MEDANHEADLINE.COM, Medan – Konsepsi Aerotropolis di sebuah kota akan mempengaruhi kemajuan kota tersebut, terutama kemajuan pada sektor ekonomi dan sumber daya manusia.

Hal ini juga yang menggelorakan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Sumatera Utara Aerotropolis 2024, Bisa!!!’.

Acara yg bertempat di Digital Library Universitas Negeri Medan ini, bertujuan agar 2024 konsepsi Aerotropolis di Sumatera Utara sudah terwujud dan seharusnya sudah bisa dimulai dari sekarang.

“Konsepsi Aerotropolis bukan barang baru yang dimunculkan,” kata Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara Muhammad Alwi Hasbi Silalahi disela acara.

Empat tahun yang lalu, ketika Bandara Kualanamu dibangun, rencana ini sudah ada, katanya.

Alwi menjelaskan, penting bagi masyarakat Sumatera Utara khususnya generasi muda, untuk mendorong konsepsi Aerotropolis sebagai langkah pembangunan nasional di provinsi terbesar ketiga Indonesia ini.

Selain pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia, Aerotropolis akan menjadi solusi bagi perekonomian Sumatera Utara.

Secara geografis, wilayah Sumatera Utara sangat strategis sebagai pintu gerbang perdagangan dunia. Secara sosiokultur potensi yang ada akan terkoneksi dengan adanya Aerotropolis di Kualanamu.

“Sumatera Utara ini gerbangnya Indonesia bagian Barat,” ujar Alwi (13/12/2018).

Pengembangan sektor maritim seperti pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Seimang dan jalan Tol menjadi modal menuju Aerotropolis pada tahun 2024.

Konsepsi tersebut akan menjadi sumber pendapatan daerah jika dikelola dan disambut baik oleh pemerintah Provinsi.

Dan, status Kaldera di Danau Toba akan menjadi pusat wisata dunia yang berdampak pada perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba.

Kalau kita amati saat ini, dengan status provinsi terbesar nomor tiga di indonesia tapi APBD hanya Rp 15 triliun. Sangat jauh bila dibandingkan dengan DKI Jakarta yang sudah puluhan triliun, ungkapnya.(tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *