Presiden Jokowi : Ekspor Bahan Mentah Hasil Tambang Harus Dihentikan

Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo berdiskusi dengan masyarakat kreatif Bandung di Simpul Space, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

MEDANHEADLINES.COM – Presiden Joko Widodo mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus mencari cara agar kondisi perekonomian dan defisit transaksi berjalan yang kian membengkak bisa terkendali.

Salah satu yang tengah digalakkan oleh Jokowi adalah hilirisasi dan industrialisasi. Dimana dua sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendongkrak perekonomian.

“Utamanya hasil tambang nggak bisa lagi kirim mentah. Harus dibelokkan entah namanya nikel timah kalau nggak bisa barang jadi tapi 1/2 jadi. Batubara sekarang ini nggak dijual jutaan ton mentah. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai perekonomian,” kata Jokowi saat berpidato dalam Forum 100 CEO di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Menurut Jokowi, para pelaku industri harus memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya, perkembangan teknologi yang ada saat ini harus dimanfaatkan untuk menambah nilai perekonomian.

“Kan sudah ada teknologi untuk batubara kelas rendah menengah jadi gas, minyak, karena tekno baru sudah berkembang kenapa kita masih mau ekspor bahan mentah seperti sekarang ini. Harus dihentikan dan berani beralih ke 1/2 jadi atau jadi,” ujarnya.

Dengan begitu, Jokowi meyakini perekonomian dan defisit transaksi berjalan bisa kembali berjalan dengan normal dibandingkan dengan sebelumnya.

Setelah tahap hilirisasi dan industrialisasi berjalan dengan baik. Upaya selanjutanya untuk menekan CAD adalah dengan memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia.

“Kami dorong pendidikan vokasi. Saya ingin 2019 besar-besaran mengubah mind set dari konsumtif produktif, penguatan kapasitas pimpinan kita dalam hadapi revolusi industri 4.0 dari kecamatan Kabupaten, Kota, Provinsi hingga pemerintah pusat harus ada penguatan kapasitas di sini,” ujarnya.

“Harus berubah cara pandang dari sektoral ke keutuhan. Nggak akan bisa lompat maju kalau cara pikir sektoral seperti yang kita lihat. Banyak bangun agen transformasi perubahan begini cepatnya,” katanya.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.