MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sistem Informasi Data Pemilih atau Sidalih sudah digunakan dalam beberapa kali Pemilu yang difungsikan untuk membantu KPU menyusun dan memutakhirkan data pemilih.
Idealnya, sistem ini mampu mendeteksi data ganda dan sebagai perekam data pemilih secara berkesinambungan dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya.
Setelah pilkada 2017, KPU sempat menghentikan sementara pengoperasian sistem tersebut sehingga petugas di 514 daerah harus melakukan pemuktahiran secara manual.
Namun Sidalih dioperasikan lagi oleh KPU dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan persiapan Pemilu 2019. Kendati KPU yakin sistem ini akan dapat kembali membantu pendataan pemilih, tetapi Bawaslu Sumut seperti masih meragukannya.
Bukan karena tingkat akurasi, tetapi keraguan itu muncul karena sistem ini dinilai masih saja memiliki masalah pada aspek kemudahan dan kecepatan akses.
Bila Sidalih masih dipertahankan dalam Pemilu 2019 dan diharapkan dapat berfungsi sebagaimana idealnya, Bawaslu Sumut mengusulkan agar dilakukan audit terhadap sistem ini.
“Bila tidak menyalahi aturan, kami mengusulkan audit teknologi terhadap Sisdalih karena dari Pemilu ke Pemilu selalu lelet dan bermasalah,” kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sumut, Suhadi Situmorang, Rabu (14/11).
Contoh terdekat, lanjut dia, sampai dengan tadi malam ada beberapa kabupaten/kota di Sumut mengalami kesulitan untuk mengaksesnya lebih dari enam jam.
Dia khawatir Sisdalih yang tak kunjung mumpuni akan selalu menjadi hambatan bukan saja bagi KPU, tetapi juga Bawaslu serta stakeholder terkait lain.
Kondisi ini kemudian akan menimbulkan hambatan juga kepada peserta Pemilu, baik parpol, calin DPD, maupun Capres, dalam mengakses data jumlah pemilih.
Pada Selasa (13/11) malam, KPU Sumut mengubah jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 setelah melalui proses perbaikan tahap kedua.
Pada proses perbaikan tahap pertama, jumlah pemilih ditetapkan sebanyak 9.378.134 orang. Dan dalam rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2), angka itu berubah menjadi 9.833.428.(cep)












