MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan adalah rumah orang tua Rudi Lumban Toruan, salah satu penumpang pesawat Lion Air. Di sana jelas terdengar isak tangis keluarga pecah mendengar kabar duka itu.
Terlihat beberapa tetangga, kerabat dan sahabat korban pun turut larut dalam kesedihan.
Begitupun dengan putrinya, Quinsah Lumban Toruan. Dia tak henti-hentinya menangis setelah tau kabar tentang musibah pesawat naas itu.
“Papa pulang kan ma,” tanya Quinsah kepada Ibunya, Dewi Manik.
Quinsah adalah anak pertama Rudi Lumbantoruan. Saat ini dia duduk di bangku kelas tiga SD.
Tak terbayang, di usia muda Quinsah harus kuat mendengar kabar yang menyedihkan bagi dirinya, Ibunya dan juga keluarganya.
Tangis Quinsah pun sejadi-jadinya setelah Ibunya, Dewi Manik akan berangkat ke Medan untuk mencari tahu informasi keberadaan suaminya.
“Mama mau kemana, mama jangan naik pesawat yah,” isak tangis Quinsah di hadapan Ibunya.
Sang ibu, Dewi Manik terlihat tegar di hadapan putrinya. Dia pun selalu berusaha untuk menenangkan hati putrinya.
“Iya, papa kan jago berenang nak. Jangan nangis yah. Mama naik mobil kok,” ucap Dewi sembari memeluk putrinya. (hen)











