Sering Dikasari, Murni Laporkan Mantan Suami ke Polisi

Korban Saat Melaporkan kekerasan yang dilakukan Mantan Suaminya ke Kantor Polisi
Korban Saat Melaporkan kekerasan yang dilakukan Mantan Suaminya ke Kantor Polisi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tak tahan terus mendapat perlakuan kasar mantan suaminya.  Akhirnya, Anisa Murni Boru Lubis (33) melaporkan suaminya Irwanto (38) ke Polsek Medan Area, Kamis (4/10).

Dengan didampingi keluarganya saat membuat laporan, Anisa yang bekerja sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, ini menceritakan, penganiayaan kepada dirinya bermula saat ia bersama anaknya, Wanda (4) saat berada di kantor dinas tempatnya bekerja. Disaatbersamaan, mantan suaminya juga berada disana.

Irwanto yang satu atap bekerja dengan mantan istrinya sebagai sopir truk di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, mencari gara-gara. Kali ini anak yang menjadi pemicu korban bertengkar. Disitu, Irwanto membawa anaknya pergi, tapi korban tak terima.

“Begitu anakku dibawa mantan suamiku ke dalam truk sampah, aku langsung mengejarnya. Saat aku berada di dalam mobil, pelaku membawa aku pulang ke rumah.  Namun aku menolak dan kami terus ribut,” kata korban yang tinggal di Letda Sujono, Gang Pribadi, Medan Tembung, kepada wartawan.

Sampai di Jalan AR. Hakim, tepat di depan Komplek Asia Mega Mas, Kelurahan Sukaramai II, Medan Area, Irwanto tersulut emosi. Ia langsung meninju mata kiri korban yang dinikahinya tiga tahun silam itu sampai bengkak dan memar. Tak sanggup menahan sakit, korban menjerit.

“Aku langsung diturunkan pelaku di jalan bersama anakku. Aku dan pelaku sudah enam bulan cerai di bawah tangan. Setahun lalu kami pernah pisah, dan tiga bulan kemudian kami rujuk. Itu semua gara-gara keterbatasan pelaku menafkahiku,” pungkas korban.

Dikisahkannya, pelaku yang duda pada tahun 2015 menikahi korban yang berstatus janda anak tiga. Sejak pernikahan itu, korban jarang dinafkahi pelaku, apalagi ketiga anak bawaannya.  Bahkan, korban kerap mendapatkan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Sewaktu aku dianiaya, aku dan keluarga tidak ingin melaporkanya ke polisi. Karena sudah habislah kesabaran, makanya aku mengadu ke polisi. Aku berharap agar pelaku ditangkap dan menjalani hukman sesuai perbuatannya. Pelaku memang tak sayang istri dan anakku,”kisahnya. (afd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.