Sumut  

Gubsu Targetkan Buta Aksara di Sumut Berkurang 50 %

Ppuncak Hari Aksara Tingkat Nasional di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam
Foto : Mendikbud Muhadjir Effendy Beserta Gubsu Edy Rahmayadi saat  menghadiri puncak Hari Aksara Tingkat Nasional di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini masih memiliki sekitar 134.000 orang yang masih buta Aksara, oleh karenanya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi bertekad untuk mengurangi setidaknya 50 % dari jumlah buta aksara tersebut dalam kurun waktu satu tahun.

Hal ini diungkapkan Edy saat menghadiri acara puncak Hari Aksara Tingkat Nasional di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy

Dikatakanya, Kabupaten Nias adalah daerah yang paling banyak buta aksaranya di Sumatera Utara. Karena itu mengurangi buta aksara harus menjadi tekad bersama demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Cita-cita nasional kita salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana kita bisa mencapainya dan mensejahterakan bangsa, jika membaca pun tidak bisa,” kata Edy.

Selain itu, Edy juga mengapresiasi upaya dan dedikasi yang dilakukan para penggiat literasi di Sumut.

“Terima kasih karena telah mencerdaskan kehidupan banga, khususnya di Sumatera Utara,” ucapnya.
Gubsu juga mengajak semua kalangan agar bisa bersama-sama berupaya membangun budaya literasi di daerah ini. “Semuanya demi kemajuan pendidikan di Provinsi Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sementara itu Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa Indonesia telah melewati target jumlah buta aksara yang ditetapkan UNESCO.

“Kita sudah memenuhi hasil rapat ketentuan UNESCO, minimun 5%, sekarang kita tinggal 2,02% yang buta aksara. Ini tentu saja berada di daerah-daerah yang sangat sulit, karena itu penanganannya harus lebih spesifik,” ungkapnya.

Mendikbud mengharapkan seluruh provinsi melakukan upaya pemberantasan buta aksara.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, beliau mentarget paling cepat, paling tidak satu tahun diselesaikan Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, saya berharap provinsi lain melakukan hal yang sama untuk memberantas buta huruf,” tuturnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.