Kedalaman Keramba Tak Sesuai Aturan, Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba

Ribuan Ikan Yang Mati di kerambah warga beberapa waktu yang lalu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sebanyak 180 ton ikan ditemukan mati di sekitar Perairan Danau Toba pada Selasa, (21/8/2018). Selain karena virus upwelling, hal itu diperkirakan kedalaman keramba ikut mempengaruhi kematian ikan-ikan di dalam keramba tersebut.

Selama ini disebutkan kedalaman keramba tidak sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, Jhunalis Sinaga pada Kamis, (23/.8/2018)

“Sesuai dengan Perpres 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Danau Toba dan sekitarya, itu kan dalam memelihara ikan itu kedalamannya harus 30 sampai 100 meter kedalamannya. Tapi nyatanya itu tidak dilakukan oleh pemilik jaring apung yang kebanyakan masyarakat”, ujarnya.

Jhunalis mengatakan jika selama ini rata-rata kedalaman keramba yang dibuat masyarakat hanya berkisar 10 meter. Ditambah dengan kerapatan antara satu keramba dengan keramba lain, membuat kerentanan kematian ikan didalam keramba lebih besar.

Disisi lain, persoalan zonase keramba ikan juga ikut mempengaruhi perkembangan keramba ikan di Danau Toba. Zonase terbagi di 7 kabupaten yang ikut mengelilingi Danau Toba sehingga sosialisasi harus dilakukan secara bersama-sama.

Sedangkan khusus untuk Kabupaten Samosir, peraturan zonase masih dalam bentuk draft Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) Samosir, terkait Izin Usaha Perikanan.

Dalam draft tersebut, disebutkan bahwa zonase budidaya ikan didalam keramba untuk Kabupaten Samosir terletak di tiga kecamatan, yaitu Pangururan, Palipi dan Sianjur.

“Nantinya kita akan himbau pada pemilik keramba supaya mereka mau memindahkan kerambanya ke lokasi yang sudah diperuntukkan. Yang masuk dalam zonase itu Pangururuan, Palipi dan Sianjur,” lanjut Jhunalis.

Sementara terkait tindakan yang akan dilakukan pasca kematian ikan ini, pihaknya akan segera menguburkan bangkai ikan untuk mengurangi aroma menyengat.

“Upaya lain, kita juga akan himbau kepada pemilik keramba untuk dua bulan ini rehab dulu lah. Sekaligus mereka menjemur jaringnya dulu lah,” papar Jhunalis. (ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.