Sumut  

BMKG : Jumlah Titik Panas Di Sumut Meningkat Menjadi 21 Titik

Titik Panas di Sumut Yang Terpantau Oleh BMKG

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Berdasarkan hasil pantauan sensor MODIS (satelit Terra dan Aqua), Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mendeteksi terjadinya Peningkatan Titik panas (hotspot) Secara Signifikan di wilayah Sumatera Utara (Sumut)

Sebelumnya, BMKG Hanya merilis 8 titik Panas yang terjadi kini telah bertambah menjadi 21 hotspot di Sumut, Selasa (14/8/2018).

“Peta sebaran hotspot saat ini naik menjadi 21 titik. Hal ini dengan tingkat kepercayaan diatas 50%,” ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Medan Syahnan

Dipaparkannya, ke 21 titik panas tersebut, tersebar di 5 Kabupaten yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Padang Lawas Utara, serta Kabupaten Samosir. Jumlah hotspot terbanyak kata dia, terdapat di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 7 titik.

“Di Kecamatan Panei Hilir ada 4 titik, dan di Kecamatan Panai Tengah ada 3 titik dengan tingkat kepercayaan 52% hingga 91%,” jelasnya.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Humbang Hasundutan, kata Syahnan, terdapat sebanyak 3 titik di Kecamatan Pakkat, Kecamatan Pollung dan Kecamatan Tarabintang dengan kepercayaan 53% hingga 71%.

Kemudian di Kabupaten Labuhan Batu Utara juga sebanyak 3 titik, yang masing-masing berada di Kecamatan Aeknatas dengan tingkat kepercayaan 53% hingga 89%. Lalu di Kabupaten Padang Lawas Utara ada 2 titik, masing-masing di Kecamatan Dolok Sigompon dengan tingkat kepercayaan 73% dan 88%.

“Untuk di Kabupaten Samosir terdapat sebanyak 6 titik, yang masing-masing tersebar di Kecamatan Harian 3 titik, Kecamatan Sitiotio 2 titik dan Unregisted 1 titik dengan tingkat kepercayaan 53% hingga 72%,” terangnya.

Syahnan juga Menjelaskan, berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP pada tanggal 13 Agustus 2018 peta sebaran titik panas di Indonesia terdapat sebanyak 656 hotspot. Untuk di Pulau Sumatera terdapat sebanyak 169 titik, Kalimantan 465 titik, dan Jawa 22 titik.

Dengan peningkatan ini,Syahnan mengimbau kepada masyarakat, agar segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas terkait jika di daerahnya ada ditemukan titik api.

“Selain itu diharapkan masyarakat agar dapat menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran liar dan membuang puntung rokok secara sembarangan,” pungkasnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.