Gelombang Laut Masih Tinggi, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

MEDANHEADLINES.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati mengimbau agar masyarakat mewaspadai gelombang tinggi yang masih terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Dikatakanya, Sejumlah perairan masih berpotensi gelombang tinggi mencapai 4 – 6 meter dan masih sangat berbahaya bagi kapal maupun Masyarakat di seputaran pantai

” Gelombang Tinggi sekitar 4-6 Meter ini berpotensi di perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, perairan Barat Simuelue hingga Mentawai, perairan Selatan Jawa Timur hingga Sumba dan perairan Selatan Pulau Sumba,” Jelasnya

Sementara tinggi gelombang 2,5 – 4 meter atau berbahaya berpeluang terjadi di perairan Bengkulu, perairan Enggano, perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Laut Sawu dan perairan Pulau Sawu – Pulau Rote, tambah Dwikorita.

Dwikorita Juga menjelaskan, Berdasarkan hasil analisis pola angin antara pukul 08.00- 11.00 Wita dari arah Tenggara dengan kecepatan angin berkisar antara 18-27 KM/jam (kategori resiko sedang).

Selain itu, jika dilihat dari hasil analisis pemodelan gelombang, tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut berkisar antara 3.0 – 4.0 meter (kategori tinggi-sangat tinggi).

“Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi, menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang mereda dan kapal-kapal, terutama perahu nelayan dan kapal-kapal kecil agar tidak memaksakan diri melaut,” tandas Dwikorita.

Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG bahwa adanya fenomena Mascarene High yang cukup persisten di Samudera Hindia bagian Selatan (Barat Daya Australia) yang diduga mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia, khususnya Selatan Jawa hingga Selatan NTT.

Tinggi gelombang di wilayah tersebut didominasi oleh gelombang panjang (swell) yang dipropagasi oleh fenomena tersebut, sedangkan meningkatnya ketinggian gelombang di Laut Banda dan Laut Arafuru diakibatkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran hingga 36 KM/jam.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran adalah untuk perahu nelayan waspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1.25 m.

Untuk Kapal tongkang waspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 1.5 m, kapal Ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 2.5 m.

Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot serta ketinggian gelombang lebih dari 4.0 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.