Foto : Korban (membelakangi) saat memberikan keterangan
MEDANHEADLINES.COM, Langkat – Sungguh tragis, anak perempuan diperkosa ayah dan abang kandung serta pamannya. Peristiwa bejat dan biadab tersebut terjadi di Desa Telaga Said Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat. Dan ironisnya Melati (nama disamarkan) diperkosa berulang kali oleh ayah kandungnya JM (33) bersama AR (17) serta SR (50) paman Melati.
Peristiwa mengenaskan tersebut terungkap setelah Melati anak perempuan berusia 13 tahun menceritakan yang dialami kepada seorang ibu rumah tangga inisial LN (47) warga Kec.Padang Tualang Kab.Langkat, di kediamannya, jum’at (27/7) lalu.
LN bersama Kepala Dusun Bangku Sembiring dan Polmas Setiking Bleker (61) yang mendampingi Melati melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Langkat, mengatakan kepada jurnalis di Stabat – Langkat, waktu itu dirinya memanggil Melati saat akan pergi sekolah, lalu Melati menceritakan semua peristiwa pemerkosaan yang dialaminya.
“Setelah saya mendengar pengkuan dari Melati, saya langsung melaporkan kepada perangkat Desa dan Polmas.”tuturnya.
Kepada jurnalis Melati mengungkapkan dirinya telah berulangkali diperkosa di dalam kamarnya, siang dan malam hari, bahkan pernah saat akan pergi ke sekolah. Perlakuan biadab tersebut diakui Melati dilakukan oleh ayahnya JM dan AR Abang kandungnya serta pamannya SR .
“Kalau mau diperkosa, saya dicekik lehernya, sama mulut dibungkam, lalu diancam akan dibunuh jika cerita sama orang, baik saat diperkosa ayah, abang dan paman. Teriak, rasanya percuma tidak ada yang dengar, soalnya dibungkam,”tutur Melati dengan Isak tangis usai melaporkan pemerkosaan yang dialaminya di Polres Langkat, Senin (30/7).
Lanjut anak perempuan 13 tahun yang kini tinggal bersama ibu tirinya, dirinya pertama kali diperkosa oleh abang kandungnya setahun yang lalu, sebab abangnya terpengaruh film. Akibat perbuatannya itu, AR abang kandungnya sempat kabur dari rumah beberapa bulan diusir warga, namun kembali lagi ke rumah dan mengulangi perbuatan biadabnya.
“Setelah pulang, dia (AR) perkosa lagi, ayah dan paman ikut-ikutan, meskipun tidak sama waktunya. Setiap harinya, secara bergantian saya diperkosa oleh mereka seperti digilir, hanya saja tidak satu waktu,”jelasnya menahan tangis.
Bahkan, diakui Melati suatu ketika dirinya pernah melakukan perlawanan, karena sudah tidak sanggup menahan sakit dikemaluan, saat akan diperkosa abangnya pada waktu siang hari.
“Saya berhasil lari keluar, setelah abang membuka pakaian saya, saya lari hingga halaman rumah tanpa mengenakan pakaian, berteriak minta tolong, tak ada yang nolong, karena rumah agak jauh dari tetangga”katanya dengan nada lirih penuh sesal.
Lebih mengenaskan lagi, kelakuaan bejad AR tidak hanya pada dirinya, juga menimpa adik Melati yang masih berusia 4 tahun, bahkan sebelum AR menghamili tunangannya.
“Melati (nama sanaran) pun beberapa kali pernah liat, abang masukin jari tangannya ke kemaluan adik,” ungkapnya.
Menanggapi peristiwa mengenaskan yang dialami Melati, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kab.Langkat Ernis Safrin Aldin yang mendamping Melati melapor ke Polres Langkat, menyatakan, hari Senin (30/7) sekira pukul 10:00 WIB telah membuat laporan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur ini.
“AR abang kandung korban telah ditangkap warga pada pukul 4 pagi tadi di kediamannya, dan kini telah diserahkan ke Polres, sekitar pukul 13:30 SR Paman korban juga telah berhasil ditangkap oleh Satuan Reskim Polres Langkat,”papar Ernis Fiddling Mala dan Yeni dari P2TP2A.
Sembari menambahkan, rencananya jika berkenan Melati akan ditempatkan di rumah panti asuhan Baznas Langkat, dengan maksud agar lebih diperhatikan.
Sementara Kasat Reskim Polres Langkat AKP Firdaus saat dikonfirmasi jurnalis melalui telepon seluler, membenarkan kasus tersebut, serta mengakui dua pelaku sudah tertangkap AR dan SR, pada hari itu juga, tinggal JM yang belum tertangkap masih dalam pengejaran. (*/raj)












